Alasan Pria Ini Tembak Dokter yang Bantu Persalinan Istri  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • REUTERS/Cheryl Ravelo

    REUTERS/Cheryl Ravelo

    TEMPO.CO, Riyadh- Polisi Arab Saudi menahan seorang pria karena menembak dokter yang telah membantu persalinan istrinya.

    Seperti yang dilansir IB Times pada 26 Mei 2016, penembakan ini berawal ketika tersangka penembak marah besar setelah mengetahui  pihak rumah sakit tempat istrinya akan melahirkan mengizinkan seorang dokter berkelamin pria membantu persalinan istrinya pada April lalu.

    BACA JUGA

    Foto Dramatis: Jatuh ke Kolam, Bocah Diseret Gorila, Lalu...
    Hubungan Ayu Ting Ting & Tarra Budiman: Ternyata Begini...

    Sebelumnya, pria  yang dirahasiakan namanya sudah meminta rumah sakit agar persalinan istrinya ditangani dokter berkelamin wanita. Pria ini kecewa ketika dokter berkelamin pria bernama Mohannad al-Zubn dapat melihat tubuh istrinya tanpa busana saat membantu persalinan.
     
    Alih-alih berterima kasih kepada dokter al-Zubn yang membantu istrinya melahirkan bayinya,  pria itu malah  mengambil pistol dan menembaknya dari jarak dekat ke arah dokter berkebangsaan Yordania itu.  

    "Sang suami datang ke rumah sakit dan mencari dokter lalu menembaknya di dada  untuk membunuhnya karena membantu istrinya melahirkan," kata juru bicara di King Fahad Medical City.

    BACA JUGA
    Foto Akrab Ahok-Dian Sastro, Isteri Cemburu & Buka Luka Lama
    3 Pramugari Cantik Dilecehkan: Diraba hingga Nyaris Diperkosa

    Beruntung, al-Zubn mulai pulih setelah mendapat perawatan intensif di rumah sakit setelah peluru bersarang di dadanya.

    Arab Saudi memiliki hukum yang ketat mengatur pemisahan gender di tempat umum. Dokter pria di Arab Saudi secara hukum hanya bisa merawat perempuan yang dalam keadaan kritis dan wajib didampingi seorang wali laki-laki.

    Tahun 2014, Kementerian Kesehatan Saudi mengumumkan paramedis pria hanya diizinkan melakukan tindakan medis kepada pasien perempuan jika didampingi perawat perempuan.

    "Perempuan dilarang menunjukkan bagian tubuhnya kepada dokter pria menurut hukum Islam, khususnya saat melahirkan. Tapi tidak termasuk dalam situasi darurat. Yurisprudensi Islam memberikan kekecualian," kata Qais al-Mubarak, anggoa Dewan Imam Senior kepada The New Arab.

    IB TIMES| GULF NEWS|YON DEMA

    BACA JUGA

    GrinderJadi Bukti, Pengacara: Memang Jessica Pembuat Kopi?
    Ulama Kawakan Larang Umatnya Berselfie dengan Kucing


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.