Perang Sengit di Suriah, Ratusan Anggota Milisi Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga melihat lokasi terjadinya serangan roket pemberontak menghantam rumah sakit Dubeet Muhafaza, Aleppo, Suriah, 3 Mie 2016. Sebanyak 4 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat roket tersebut. REUTERS

    Warga melihat lokasi terjadinya serangan roket pemberontak menghantam rumah sakit Dubeet Muhafaza, Aleppo, Suriah, 3 Mie 2016. Sebanyak 4 orang tewas dan 30 lainnya luka-luka akibat roket tersebut. REUTERS

    TEMPO.CODamaskus - Ratusan anggota milisi pro-pemerintah dilaporkan tewas dalam pertempuran sengit di Aleppo dan Deir Az Zor melawan angkatan bersenjata oposisi yang menguasai sejumlah kawasan di dua daerah tersebut.

    Menurut lembaga pemerhati hak asasi Syrian Observatory for Human Rights (SOHR), Sabtu, 14 Mei 2016, sedikitnya 170 personel pasukan pendukung pemerintah tewas dalam pertempuran yang berlangsung di Khan Touman dan Deir Az Zor.

    Sementara itu, di medan tempur, ada sejumlah laporan berlainan mengenai kondisi Rumah Sakit Al-Asad di Deir Az Zor. 

    Pasukan pemerintah mengklaim telah berhasil meraih kemenangan kecil dan mengambil alih sejumlah fasilitas yang sebelumnya dikuasai milisi Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun, ada kabar lain yang menyebutkan bahwa ISIS masih mengontrol sejumlah bagian kota.  
    "Sebelumnya, ISIS mengklaim telah membunuh setidaknya 26 personel militer pro-pemerintah dan menyandera staf medis ketika mereka menguasai Rumah Sakit Al-Assad," demikian laporan dari SOHR, yang berbasis di London.

    Dalam laporan SOHR juga disebutkan bahwa para gerilyawan itu menyerang rumah sakit pada Sabtu, 14 Mei 2016. Mereka meningkatkan gempuran untuk menguasai kota minyak Deir Az Zor dan wilayah vital lainnya.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.