Ethiopia Berkabung, 200 Orang Tewas Dibantai  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Penari tradisional tampil memeriahkan Festival Nasionalisme dan Kebangsaan di Gambela, Ethiopia, 9 Desember 2015. Festival ini dirayakan untuk memperingati kebebasan bangsa Ethiopia dari rezim militer. REUTERS/Tiksa Negeri

    Penari tradisional tampil memeriahkan Festival Nasionalisme dan Kebangsaan di Gambela, Ethiopia, 9 Desember 2015. Festival ini dirayakan untuk memperingati kebebasan bangsa Ethiopia dari rezim militer. REUTERS/Tiksa Negeri

    TEMPO.CO, Jakarta - Ethiopia menyatakan berkabung selama 2 hari atas tewasnya 200 orang korban pembantaian sejumlah pria bersenjata dari Sudan Selatan. Selain itu, sejumlah laporan menyebutkan 108 anak hilang. Mereka diduga diculik oleh pria bersenjata tersebut.

    Dewan Perwakilan Rakyat Ethiopia ,dalam pernyataannya kepada sejumlah media massa, mengatakan bendera setengah tiang akan dikibarkan di seluruh negeri dan kantor kedutaan di seluruh dunia mulai Rabu, 20 April 2016.

    Serangan yang berlangsung pada Jumat, 15April 2016, itu terjadi di tiga distrik Nuer Zone di  kawasan negara bagian Gambela. Daerah ini terletak di perbatasan dua negara. Lokasi itu didiami lebih dari 280 ribu pengungsi Sudan Selatan, yang lari untuk menyelamatkan diri dari konflik bersenjata di negaranya.

    Perdana Menteri Hailemariam Desalegn mengatakan, pemerintahannya sedang bekerja sama dengan pemerintah di Juba untuk bertindak menghadapi penyerang.

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.