Banjir dan Tanah Longsor di Ethiopia, 100 Orang Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemandangan eksotis di tengah gurun Ethiopia bernama, Dallol Volcano. Dallol merupakan tempat terpanas di dunia dengan suhu mencapai 41,1 derajat celcius dengan pemandangan yang mengagumkan. dailymail.co.uk

    Pemandangan eksotis di tengah gurun Ethiopia bernama, Dallol Volcano. Dallol merupakan tempat terpanas di dunia dengan suhu mencapai 41,1 derajat celcius dengan pemandangan yang mengagumkan. dailymail.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekitar seratus orang tewas akibat hantaman banjir dan tanah longsor di Ethiopia yang berlangsung sejak bulan lalu.

    Menurut keterangan organisasi dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa, selain memakan korban jiwa, bencana alam banjir dan tanah longsor di Ethiopia mengakibatkan setidaknya 20 ribu keluarga kehilangan tempat tinggal. Sedangkan pejabat Ethiopia mengatakan sejumlah orang masih hilang.

    Beberapa organisasi kemanusiaan tampak memberi bantuan dan mendirikan tenda untuk ribuan korban banjir di tempat aman.

    "Warga yang terkena dampak bencana banjir itu bermacam-macam, ada yang sawah-ladangnya rusak, ada yang kehilangan hewan ternak. Namun yang paling parah adalah kehilangan tempat tinggal," ucap Paul Handley, anggota staf PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), di Ethiopia.

    Banjir di Ethiopia juga menyulitkan lembaga kemanusiaan mengulurkan bantuan ke tempat-tempat yang terdampak air bah. Kondisi seperti itu kian memperburuk keadaan dan mengakibatkan lebih dari 10 juta warga mengandalkan bantuan negara akibat kekeringan yang berlangsung selama beberapa tahun.

    Handley menuturkan enam daerah telah memasuki fase berbahaya, terutama terkait dengan masalah keamanan bahan makanan. "Kami telah membantu lebih dari 10,2 juta warga di daerah ini," ujarnya. "Namun mereka sekarang menderita akibat dilalap banjir."

    AL JAZEERA | CHOIRUL AMINUDDIN

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.