Petinggi Abu Sayyaf Terluka Parah, Sempat Dikabarkan Tewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto dokumen kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina. Kelompok yang mengklaim berafiliasi dengan ISIS ini menuntut uang tebusan bagi 10 WNI awak kapal Brahma 12. AP

    Foto dokumen kelompok militan Abu Sayyaf di Filipina. Kelompok yang mengklaim berafiliasi dengan ISIS ini menuntut uang tebusan bagi 10 WNI awak kapal Brahma 12. AP

    TEMPO.COManila - Menteri Pertahanan Filipina Voltaire Gazmin mengatakan pemimpin Abu Sayyaf bernama Furuji Indama tewas dalam operasi militer yang berlangsung di Tipo-Tipo, Provinsi Basilan.

    Menurut Gazmin, Indama termasuk di antara 25 milisi Abu Sayyaf yang tewas dalam tiga hari operasi militer di Basilan. Operasi militer dimulai pada Sabtu, 9 April 2016. 

    "Dua puluh lima milisi, termasuk Furuji Indama, tewas," kata Gazmin, seperti dilansir GMA Network pada 12 April 2016.

    Namun, tidak lama berselang, juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina (AFP), Brigadir Jenderal Restituto Padilla, mengoreksi pernyataan Gazmin bahwa Indama tidak ada di antara mereka yang tewas dalam bentrokan. Selain itu, jumlah korban tewas di pihak musuh hanya 24.

    Seperti dikutip Sun Star, juru bicara militer Filipina, Restituto Padilla, mengatakan Indama masih hidup, tapi kondisinya kritis setelah terluka dalam pertempuran. Padilla mengoreksi pernyataannya sendiri dan Gazmin. 

    Indama digambarkan sebagai target bernilai tinggi karena dia adalah orang nomor dua di Abu Sayyaf. Adapun Isnilon Hapilon merupakan orang nomor satu di Abu Sayyaf.

    Serangan bertubi-tubi yang dilancarkan militer Filipina itu merupakan balasan setelah pada Sabtu pekan lalu 18 tentara Filipina tewas dalam perang melawan Abu Sayyaf di Kota Tipo-Tipo.

    GMA NETWORK | SUN STAR | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.