Militer Filipina Bunuh 42 Militan di Selatan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Marinir Filipina mengamankan kamp pemberontak Abu Sayyaf di provinsi pulau Jolo di selatan Filipina, Senin, 21 September 2009.(AP Photo/Nickee Butlangan)

    Marinir Filipina mengamankan kamp pemberontak Abu Sayyaf di provinsi pulau Jolo di selatan Filipina, Senin, 21 September 2009.(AP Photo/Nickee Butlangan)

    TEMPO.CO, Manila - Pasukan keamanan Filipina membunuh 42 militan dalam sebuah pertempuran selama lima hari di daerah pegunungan di pulau sebelah selatan. Hal itu disampaikan juru bicara angkatan bersenjata Filipina, Mayor Filemon Tan, kepada media, Jumat, 26 Februari 2016.

    Dalam aksi tembak-menembak tersebut, ujar Tan, tiga tentara tewas dan sebelas lain mengalami luka-luka ketika pasukan mengepung sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Jemaah Islamiah di Provinsi Lanao del Sur.

    "Pasukan kami berhasil menguasai benteng pertahanan teroris pada Kamis malam, 25 Februari 2016," kata Tan kepada wartawan melalui sambungan telepon di Kepulauan Mindanao. Menurut dia, sekitar 42 militan tewas.

    "Kami masih mengejar pemberontak menggunakan kendaraan lapis baja," ucapnya.

    Tan menuturkan angkatan bersenjata menembaki posisi pemberontak dengan howitzers 105 pada Jumat, 26 Februari 2016. Sementara itu, pasukan angkatan udara menghujani lokasi mereka dengan bom, dan helikopter menembaki dengan roket di dekat Kota Butig, basis kelompok pemberontak muslim terbesar di Filipina, Moro Islamic Liberation Front (MILF).

    Militer menjelaskan, tapi kelompok MILF meninggalkan arena tersebut sebelum serangan dimulai. Mereka kabur bersama 8.000 orang saat perang dimulai pada 20 Februari 2016.

    Filipina menandatangani pakta perdamaian dengan MILF di Mindanao pada Maret 2014 untuk mengakhiri 45 tahun konflik yang telah menewaskan lebih dari 120 ribu orang, mengakibatkan dua juta orang mengungsi, dan menghambat pertumbuhan ekonomi di kawasan kaya sumber alam tapi kondisi masyarakatnya miskin.

    Pejabat angkatan bersenjata dan kepolisian yakin banyak faksi pemberontak muslim, termasuk kelompok Abu Sayyaf, telah berjanji setia dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Namun mereka tidak menemukan bukti atas kesetiaan itu.

    Di tempat lain di Mindanao, militer sedang memburu kelompok Abu Sayyaf yang menyandera sejumlah warga asing.

    CHANNEL NEWS ASIA | CHOIRUL AMINUDDIN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.