Satu Juta Warga Saudi Tinggalkan Negaranya, Ini Penyebabnya  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perempuan berjilbab berjalan melintasi dekorasi Valentin yang dipajang sebuah toko di Damaskus, Syria, Rabu 10 Februari 2010.

    Perempuan berjilbab berjalan melintasi dekorasi Valentin yang dipajang sebuah toko di Damaskus, Syria, Rabu 10 Februari 2010.

    TEMPO.CORiyadh - Anggota Majelis Permusyawaratan Arab Saudi atau Dewan Syura, Sadqa Fadl, telah meminta Kementerian Luar Negeri menyelidiki penyebab banyaknya warga Saudi tinggal permanen di luar negeri. 

    Fadl mengklaim satu juta warga Saudi memilih tinggal menetap di luar negeri. Fakta ini mengindikasikan ada yang salah dengan negara kerajaan itu.

    Fadl berpendapat fenomena perlu dipelajari sebelum situasi ini menjadi semakin buruk. Dia menekankan tentang kurangnya informasi warga Saudi yang tinggal di luar negeri. Baginya itu sangat mengganggu, dan untuk itu perlu dilakukan penyelidikan.

    Fadl secara tegas mengemukakan fakta bahwa Kerajaan tidak memiliki informasi apa pun tentang kondisi hidup, penyebab migrasi, atau pendapat warga terhadap isu-isu politik, ekonomi, atau sosial di luar negeri. Hal ini menunjukkan Kerajaan tidak dapat menjamin keselamatan warganya.

    Seperti dilansir dari laman Albawaba.com, Selasa, 23 Februari 2016, warga Saudi yang tinggal di luar negeri dikatakan sebagian besar hidup di Mesir, Inggris, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab, Libanon, dan Maroko.

    Pernyataan Fadl di hadapan Dewan Syura telah mendapat dukungan di Twitter dengan hashtag #imigrasi dari satu juta orang Saudi. Beberapa pengguna Twitter menggunakan hashtag untuk menyuarakan alasan mereka meninggalkan Saudi, sedangkan yang lain menyatakan pendapat mereka tentang orang-orang yang meninggalkan Saudi.

    Berikut adalah cuitan para pengguna Twitter ihwal perjalanan warga Saudi ke luar negeri:

    "Hukum melawan kami, Wacana keagamaan melawan kami, Lingkungan melawan kami, Orang-orang melawan kami, Peluang sukses sangat tipis. Aku menghancurkan diriku di sini!" Seorang pengguna Twitter dengan nama @07_Crazygirl menulis.

    "Satu juta orang telah memutuskan untuk menjalani sisa hidup mereka dengan cara yang normal seperti umat manusia, aku jujur cemburu dengan mereka," kata pengguna dengan nama akun @nasser.

    Hashim Suhbbar menulis: "Kebijakan pemerintah, korupsi, penyalahgunaan hak asasi manusia & warga negara, pengaruh ekstremis membuat Saudi tidak diinginkan."

    Dan seorang pengguna dengan nama akun @bottle mengatakan: “Saya akan pergi karena kita tidak memiliki fashion show di sini."

    ALBAWABA.COM | MECHOS DE LAROCHA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.