Penembakan di Bioskop Louisiana, 2 Tewas dan 9 Terluka

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pada gambar yang diambil dari siaran televisi Sky News ini terlihat sebuah ambulans melarikan korban penembakan oleh pria bertopeng saat pemutaran perdana film Batman The Dark Knight Rises di sebuah bioskop di Denver, Colorado, Amerika Serikat. Sky News/telegraph.co.uk

    Pada gambar yang diambil dari siaran televisi Sky News ini terlihat sebuah ambulans melarikan korban penembakan oleh pria bertopeng saat pemutaran perdana film Batman The Dark Knight Rises di sebuah bioskop di Denver, Colorado, Amerika Serikat. Sky News/telegraph.co.uk

    TEMPO.COLouisiana - Penembakan brutal kembali menggemparkan Amerika Serikat. Kali ini, Negara Bagian Louisiana kembali menjadi sasaran kebrutalan setelah serangkaian pembantaian pernah terjadi sebelumnya.

    Pada Kamis malam, 23 Juli 2015, seorang pria menembakkan senjata api secara membabi buta di sebuah bioskop di Lafayette, Louisiana. Akibat perbuatan kejinya itu, dua orang tewas serta sembilan lain mengalami luka-luka. Pria tersebut pun akhirnya tewas bunuh diri.

    Seperti dilansir The Guardian, Kamis, 24 Juli 2015, Kepala Kepolisian Lafayette Jim Craft menggambarkan pelaku tersebut adalah pria kulit putih berusia 58 tahun. 

    "Pria kulit putih berusia 58 tahun itu melakukan tindakan tersebut seorang diri. Penembak juga berada di antara mereka yang tewas," kata Craft.

    Seorang saksi mata, Katie Domingue, menceritakan, penembakan tersebut terjadi di bioskop Grand Theater yang terletak di Johnston Street sekitar pukul 19.00 waktu setempat atau saat pemutaran film Train Wreck. Saat itu ada sekitar seratus orang di dalamnya.

    Domingue mengaku mendengar suara berisik tak lama setelah dia dan tunangannya berada dalam ruangan tersebut. Lalu ia melihat seorang pria tua berkulit putih sedang menghamburkan peluru dari senjatanya secara membabi buta. Beruntung bagi dia, karena tembakan tidak menuju ke arahnya. 

    "Kami mendengar bunyi ledakan keras. Kami pikir itu petasan," ucap Domingue. "Pria tersebut tidak mengatakan apa pun saat melakukan aksi kejinya." 

    Domingue juga menuturkan mendengar enam tembakan sebelum ia dan tunangannya berlari ke pintu keluar terdekat, meninggalkan sepatu dan tasnya di dalam bioskop.

    Pihak berwenang langsung menggeledah sebuah mobil di tempat parkir teater di sebuah jalan raya utama yang dicurigai milik pelaku serta mengirim petugas ke bioskop lain di Lafayette dan rumah penembak.

    Kepala Kepolisian Craft mengatakan tersangka memiliki beberapa catatan kriminal Namun itu telah lama.

    Penyidik berjanji, dalam waktu dekat, akan mengumumkan motif pelaku. Sejauh ini, para korban belum diidentifikasi oleh pihak berwenang.

    Penembakan di bioskop di Amerika Serikat tersebut bukan kali pertama. Tiga tahun lalu, kejadian sama terjadi di bioskop pinggiran Kota Denver, Negara Bagian Colorado. Penembakan dilakukan James Holmes saat pemutaran pertama film The Dark Knight Rises. Peristiwa itu menewaskan 12 orang dan melukai 70 lain.

    THE GUARDIAN | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.