62 Orang Meninggal Akibat Bom Jelang Salat Id di Nigeria  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bangunan yang hancur akibat bom bunuh diri di pasar di Maiduguri, Nigeria, 22 Juni 2015. Dua gadis meledakkan dirinya didekat masjid yang ramai dan menewaskan sekitar 30 orang yang merupakan kota kelahiran Boko Haram. AP/Jossy Ola

    Bangunan yang hancur akibat bom bunuh diri di pasar di Maiduguri, Nigeria, 22 Juni 2015. Dua gadis meledakkan dirinya didekat masjid yang ramai dan menewaskan sekitar 30 orang yang merupakan kota kelahiran Boko Haram. AP/Jossy Ola

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan orang meninggal dunia di Nigeria saat hendak merayakan hari kemenangan umat Islam, Idul Fitri. Bom bunuh diri menewaskan setidaknya 62 orang pada Jumat, 17 Juli 2015, di kota-kota timur laut, Gombe dan Damaturu.

    Polisi mengatakan dua perempuan pembom bunuh diri menewaskan 12 orang dekat lokasi salat Id di Damaturu pada Jumat pagi, saat umat Islam bersiap-siap untuk melakukan ibadah.

    Beberapa jam sebelumnya dua bom menewaskan 50 orang saat berbelanja untuk hari raya di pasar di Gombe.

    "50 tewas dan 75 lainnya luka-luka kini sedang dirawat di dua rumah sakit di sini akibat bom di pasar Gombe," kata juru bicara Badan Manajemen Darurat Nasional Nigeria, Sani Datti, seperti yang dilansir, Sabtu, 18 Juli.

    Belum ada kelompok yang menyatakan bertanggung jawab, tapi diduga rentetan ledakan itu terkait dengan kelompok ekstremis Boko Haram. Kelompok ini telah meluncurkan serangkaian serangan yang menewaskan ratusan orang selama bulan suci Ramadan.

    Panglima militer baru Nigeria, Mayor Jenderal Tukur Buratai, langsung datang ke Damaturu untuk menyemangati pasukan yang berjaga di sana, sekaligus melaksanakan salat Id di masjid pusat kota.

    CBS NEWS | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.