Di Nepal, Ada Desa Ginjal karena Banyak Warganya Jual Ginjal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi ginjal

    Ilustrasi ginjal

    TEMPO.CO, Kathmandu - Korban gempa Nepal yang kehilangan rumahnya, nekat menjual ginjal untuk membeli rumah baru.

    Seorang ibu bernama Geeta tinggal di Hokse, sebuah desa di Nepal yang dijuluki Desa Ginjal. Daerah ini disebut Desa Ginjal karena hampir semua orang yang tinggal di sana telah menjual ginjal mereka kepada pedagang organ tubuh manusia.

    Geeta menjual ginjalnya di India seharga 1.300 pound sterling (Rp 26,6 juta) karena tergiur oleh cerita adik iparnya yang juga telah melakukan hal yang sama.

    Baca juga:
    MISTERI, Akun @akseyna: Saya Janji Balas Perbuatan Kalian

    KASUS ANGELINE: Inilah Teror yang Menghantui Saksi Kunci

    "Adik iparku membujukku untuk menjual ginjalku dan mengatakan bahwa tubuh saya hanya perlu satu. Gempa telah mencuri ginjalku dan mencuri rumahku," kata Geeta seperti yang dilansir Daily Mail pada Jumat, 10 Juli 2015.

    Sambil memamerkan bekas luka operasinya, Geeta mengatakan uang hasil penjualan ginjalnya digunakan untuk membeli rumah. Dia menghabiskan sebagian uang untuk membeli sebidang tanah di Hokse-12 mil timur dari Kathmandu-dan sisanya digunakan untuk membangun rumah batu.

    "Saya kemudian dibayar 200.000 rupee Nepal (Rp 26,6 juta) untuk ginjal saya dan pulang ke desa saya untuk membeli rumah saya sendiri dan beberapa bidang tanah," katanya.

    Perdagangan organ booming di Nepal, terutama karena gempa dahsyat pada April, yang telah membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal, depresi, dan berjuang secara finansial.

    DAILY MAIL | YON DEMA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.