Ditahan, Nurul Izzah Diperlakukan Bak Penjahat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nurul Izzah. facebook.com/nurulizzahanwar

    Nurul Izzah. facebook.com/nurulizzahanwar

    TEMPO.CO, Kuala Lumpur - Putri sulung pemimpin oposisi Malaysia, Nurul Izzah, hari ini, 17 Maret 2015, menjalani pemeriksaan atas tuduhan melanggar Undang-Undang Penghasutan. Anak perempuan Datuk Seri Anwar Ibrahim ini ditangkap oleh polisi pada Senin, 16  Maret 2015. Ia ditahan di rumah tahanan polisi Dan Wangi dan dipindahkan ke rumah tahanan di  Jinjang, Kuala Lumpur.

    Nurul, wakil ketua partai oposisi PKR, dijerat undang-undang buatan kolonial Inggris tahun 1948 setelah mengeluarkan pernyataan dalam aksi  #KitaLawan pada 7 Maret. Penahanan atas Nurul pun diperpanjang sehari untuk pemeriksaan hari ini pukul 10.00 waktu setempat.

    Seperti dikutip dari Malaysia Insider, 16 Maret 2015, Nurul juga dijerat polisi atas  pernyataannya baru-baru ini di parlemen yang mengkritik hakim atas pengadilan ayahnya sebagai terpidana kasus pelecehan.

    Dengan kasus ini, Nurul, 34 tahun, menjadi politikus pertama di Malaysia yang dijerat undang-undang produk kolonial.

    Atas penahanan oleh polisi, Nurul, anggota parlemen untuk daerah Lembah Pantai, mengatakan dia kaget polisi begitu cepat bertindak atas dirinya. Padahal, dia sudah bersedia datang ke kantor polisi hari ini. Para polisi menangkap Nurul di rumah orang tuanya di Segambut.

    Politikus Subang dari PKR, R. Sivarasa, mengatakan polisi memperlakukan Nurul bak pelaku kriminal. "Ini bentuk ancaman. Empat polisi menunggu di depan rumah. Sikap seperti ini tak dapat diterima," ujar Sivarasa.

    Foto Nurul melambaikan tangan ke arah pendukungnya usai diperiksa polisi Dan Wangi kemudian diunggah ke akun Facebooknya.

    MALAYSIA INSIDER | THE STAR |  MARIA RITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?