Bus Tabrakan dengan Truk, Dua Anggota Jemaah UmrahTewas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah bus yang mengangkut jamaah calon haji melintas di terminal Bab Ali, Mekkah, Arab Saudi , (10/10). ANTARA/Prasetyo Utomo

    Sebuah bus yang mengangkut jamaah calon haji melintas di terminal Bab Ali, Mekkah, Arab Saudi , (10/10). ANTARA/Prasetyo Utomo

    TEMPO.CO, Jeddah - Dua anggota jemaah umrah, perempuan Mesir dan bocah asal Filipina, tewas akibat kecelakaan lalu lintas di Dhalam dekat Thaif, Kamis, 12 Februari 2015. Menurut juru bicara otoritas lalu lintas, Siraj Al-Humaidan, insiden itu bermula dari tabrakan bus dengan truk.

    Selain menewaskan dua penumpang bus, kecelakaan itu juga menyebabkan 37 penumpang cedera. "Insiden itu berlangsung pagi hari saat bus pembawa jemaah dari berbagai negara, termasuk Pakistan, India, dan Bangladesh, melakukan perjalanan ke Mekah untuk menjalankan ibadah umrah," ucapnya.

    Dia menuturkan sembilan anggota jemaah dibawa ke beberapa rumah sakit di Taif untuk mendapatkan perawatan, sementara yang cedera dirawat di Rumah Sakit Dhalam.

    "Kami telah mengirimkan 13 tenaga medis ke tempat kejadian untuk memberikan layanan kesehatan terhadap para korban," kata Al-Humaidan. "Kami juga mengerahkan 21 tenaga medis untuk mengobati korban yang mengalami luka-luka."

    Sebelumnya, pada September 2011, empat anggota jemaah umrah asal Thailand meninggal dunia dan lima lain cedera akibat kecelakaan lalu lintas di dekat Kota Mekah. Kecelakaan itu bermula ketika minibus yang mereka tumpangi, bertabrakan dengan mobil. Semua penumpang minibus yang berjumlah 13 orang itu dari berasal dari Thailand

    Menurut sumber yang tak bersedia disebutkan namanya, insiden kecelakaan terjadi pada Kamis pagi waktu setempat, saat para jemaah akan miqat di Jaarana, dekat Mekah. Semua jenazah berjenis perempuan itu kini berada di kamar mayat rumah sakit King Faisal di Shasha. Korban luka yang terdiri atas tiga pria dan dua wanita dirawat di Rumah Sakit Al-Noor.

    ARAB NEWS | AL ARABIYA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.