Ethiopia Diminta Buka Kedutaan Besar di Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kiri-kanan: Menkumham, Yasonna H. Laoly, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengikuti Sidang Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    Kiri-kanan: Menkumham, Yasonna H. Laoly, Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu, dan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, mengikuti Sidang Kabinet Kerja di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, 27 Oktober 2014. TEMPO/Subekti.

    TEMPO.CO , Addis Ababa: Menteri Luar Negeri Retno Lestari Priansari Marsudi mengharapkan Ethiopia membuka kedutaan besar di Jakarta. Harapan itu disampaikan Menlu RI dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Ethiopia Tedros Adhanom, Kamis, 29 Januari 2015.

    “Keberadaan Kedutaan Besar Ethiopia di Jakarta penting tidak saja untuk terus meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, namun juga untuk meningkatkan sinergi antara negara-negara Uni Afrika dan ASEAN mengingat Jakarta dan Addis Ababa merupakan Ibukota diplomasi Asia dan Afrika,” kata Menlu Retno dalam rilis yang diterima Tempo, Sabtu, 31 Januari 2015.

    Ajakan Menlu Retno disambut positif oleh Adhamon. Adhamon menyatakan akan segera menindaklanjuti permintaan tersebut. Adapun Indonesia merupakan satu-satunya negara ASEAN yang memiliki Kedutaan Besar di Ethiopia sejak 1976.

    Kunjungan Retno ke Ethiopia merupakan pertama kalinya dilakukan seorang Menteri Luar Negeri RI kedua negara sejak membuka hubungan diplomatik pada 1964. Dalam lawatan kali ini, kedua Menlu menandatangani MoU Forum Kerja Sama Bilateral (FKB) Indonesia.

    Di Addis Ababa, Menlu Retno juga melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Ethiopia Mulatu Teshome, sambil menyampaikan undangan Presiden Joko Widodo untuk menghadiri KTT Asia Afrika dan peringatan 60 KAA pada 22-24 April 2015.

    Pada kesempatan itu, Mulatu mengharapkan agar lebih banyak lagi perusahaan Indonesia berinvestasi di Ethiopia dan memanfaatkan peluang bisnis yang ada.

    Menlu Retno menyampaikan telah bertemu dengan perusahaan Indonesia yang ada di Ethiopia dan kesiapan KBRI Addis Ababa untuk memfasilitasi dan mendukung perusahaan Indonesia yang ingin memanfaatkan peluang di Ethiopia.

    Dua investor Indonesia yang telah beroperasi di Ethiopia adalah Indofood dan PT Sinar Antjol. Perlindungan terhadap investor Indonesia di Ethiopia juga dibicarakan oleh Menlu RI pada pertemuan bilateral.

    Hubungan perdagangan Indonesia-Ethiopia mencapai US$ 57,38 juta pada 2013 dengan surplus sebesar US$ 27,4 juta bagi Indonesia. Nilai ini meningkat sebesar 50 persen dari tahun sebelumnya dengan nilai total perdagangan sebesar US$ 38,4 juta.

    NATALIA SANTI

    Berita lain:
    Artis DPR Dilarang Show: Nurul Tegas, Desy Ngeles

    'Mobil Mewah di Jalur Busway, Ahok Langgar Hukum' 

    Tipe Wanita Idaman Ali Pemilik Mobil Tabrakan Maut


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.