Pemberontak Houthi Kepung Istana PM Yaman  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anggota keamanan kelompok militan Houthi, menggunakan senjata mesin saat menjaga kawasan dilaksanakannya ibadah salat Idul Adha berjamaah di Sanaa, Yaman, 4 Oktober 2014. REUTERS

    Seorang anggota keamanan kelompok militan Houthi, menggunakan senjata mesin saat menjaga kawasan dilaksanakannya ibadah salat Idul Adha berjamaah di Sanaa, Yaman, 4 Oktober 2014. REUTERS

    TEMPO.CO, Sanaa - Pemberontak Syiah Houthi mengepung istana Perdana Menteri Yaman,  Khalid Bahah, di pusat Ibu Kota Sanaa setelah dia lolos dari serangan. Selanjutnya, gerakan para pemberontak ini menyulut isu bahwa mereka berupaya melakukan kudeta.

    Adapun Istana Republiken di selatan Sanaa juga tak luput dari kepungan Houthi, "Meskipun telah terjadi kesepakatan gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan Houthi yang telah memasuki hari kedua, yang diteken di Sanaa pada Senin, 19 Januari 2015," kata juru bicara pemerintah, Rajih Badi.

    Nyalak senjata masih terus berlangsung di antara kedua belah pihak kendati perwakilan Houthi dengan menteri dalam negeri dan menteri pertahanan telah menandatangani gencatan senjata pada Senin, 19 Januari 2015.

    Koresponden Al Jazeera di Sanaa, Omar Al-Saleh, mengatakan gencatan senjata berlangsung hingga Selasa, 20 Januari 2015. "Situasi di Ibu Kota tenang, tapi sangat tegang," katanya.

    Gencatan senjata itu disepakati menyusul pertempuran di jalan-jalan Ibu Kota yang melibatkan pasukan keamanan pemerintah Yaman dengan pemberontak Houthi pada Senin dinihari, 19 Januari 2015, waktu setempat, di dekat Istana Presiden. Pertempuran ini selanjutnya merebak cepat ke kawasan strategis lainnya di Sanaa.

    Hashem Alhelbarra dari Al Jazeera dalam laporannya menerangkan bahwa gencatan senjata yang memasuki hari kedua ini sepertinya bakal terancam bubar. "Hal tersebut disulut rendahnya kepercayaan antara pemberontak Houthi dan pasukan pemerintah."

    Adapun Hakim al-Masmari, Pemimpin Redaksi Yemen Post, mengatakan pertempuran di Sanaa jauh lebih intensif bila dibandingkan saat kaum Houthi menguasai Sanaa pada September 2014. "Kekacauan ini pertama kali terjadi," ucapnya kepada Al Jazeera.   

    Sejumlah saksi mata mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tembakan senjata berat dapat terdengar di dekat Istana Presiden. Penduduk sipil yang tinggal tak jauh dari Istana terpaksa mengungsi. "Tampak asap mengepul membubung di atas Istana," katanya. Akibat kejadian tersebut, petugas medis mengatakan sedikitnya 2 orang tewas dan 14 lainnya luka-luka. Mereka diangkut oleh ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Baca juga:
    Jadi Kabareskrim, Budi Waseso Belum Lapor Harta
    Ganggu Warga, PKL di Ragunan Ditertibkan
    Menteri Susi Minta Anak Buahnya Bikin Twitter
    BBM Turun, Tarif Mikrolet di Malang Tak Seragam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.