Militer Filipina Akan Ikut Goyang Arroyo

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Jakarta:Manila Sekelompok perwira berniat keluar dari dinas militer sebagai protes terhadap Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo. Mereka tak menerima kabar bahwa Presiden Arroyo menggunakan kekuatan militer untuk memenangkan dirinya dalam pemilihan presiden tahun lalu. Senator Rodolfo Biazon, mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata Filipina, di Manila hari ini mengatakan, sekelompok perwira aktif dan sejumlah jenderal memintanya bergabung. Biazon adalah wakil rakyat yang masuk parlemen atas dukungan Arroyo. Biazon mengatakan para perwira dan jenderal itu "gerah" dengan tudingan bahwa Arroyo menunggangi militer untuk merebut suara. Para perwira itu berencana menggalang aksi keluar besar-besaran dari dinas militer. "Tapi saya minta mereka mengurungkan niatnya karena itu akan menyebabkan kekacauan di negeri ini," kata Biazon. Biazon mengatakan lebih lanjut bahwa para perwira itu akhirnya meminta diadakan investigasi terhadap para petinggi militer yang terlibat dalam kecurangan pemilu itu. "Saya sudah melaporkan hal ini kepada presiden," katanya. Arroyo kini bagai duduk di kursi panas setelah tuntutan agar dirinya mundur sebagai presiden semakin menguat. Setelah kalangan parlemen menggalang proses pemakzulan (impeachment, Arroyo juga kehilangan dukungan dari kelompok menengah. Kalangan yang terdiri dari kaum profesional dan pengusaha itu kini berbaris bersama kaum oposisi dan sayap kiri Filipina yang menyerukan Arroyo mundur. Padahal merekalah konstituen utama Arroyo dalam dua kali masa jabatannya sejak tahun 2001. AFP/BBC/Deddy Sinaga

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Nike ZoomX Vaporfly yang Membantu Memecahkan Rekor

    Sejumlah atlet mengadukan Nike ZoomX Vaporfly kepada IAAF karena dianggap memberikan bantuan tak wajar kepada atlet marathon.