Pengunjuk Rasa Ditangkap di Rumah Mantan Wapres AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • AP/Brennan Linsley

    AP/Brennan Linsley

    TEMPO.CO, Washington - Dua pengunjuk rasa ditangkap polisi di McLean, Virginia, di rumah mantan wakil presiden Dick Cheney, Sabtu, 10 Januari 2015, setelah sekitar 20 demonstran, beberapa di antaranya memakai baju penjara warna oranye, berjalan ke rumah Cheney untuk menandai ulang tahun ke-14 pembukaan penjara Teluk Guantanamo.

    "Para pengunjuk rasa dari kelompok antiperang Code Pink itu berjalan ke rumah Cheney sebelum polisi tiba dan meminta mereka untuk pergi," kata juru bicara polisi Fairfax Roger Henriquez. Dua anggota Code Pink yang menolak pergi ditangkap atas tuduhan masuk ke properti orang lain tanpa izin.

    Polisi mengidentifikasi dua orang itu sebagai Tighe Barry, 57 tahun, dan Hawa Tetaz, 83 tahun, keduanya dari Washington DC. Dua orang itu didakwa melakukan pelanggaran masuk ke properti orang lain tanpa izin dan melanggar ketertiban.

    Anggota Code Pink lainnya juga melakukan demonstrasi tanpa insiden di luar rumah Direktur badan intelijen AS, Central Intelligence Agency (CIA), John Brennan, juga di Washington, DC, di pinggiran McLean. Demonstrasi ini sebagai bagian dari "Guantanamo Anniversary Weekend Torturers Tour."

    Sebuah laporan Senat AS bulan lalu menyatakan bahwa CIA mengelabui Gedung Putih dan masyarakat tentang praktek penyiksaan atas kelompok militan yang ditahan setelah serangan 11 September 2001, serta bertindak lebih brutal dan meluas daripada yang diakui.

    Cheney membela penggunaan teknik interogasi keras CIA kepada tersangka teroris setelah serangan menggunakan pesawat yang dibajak oleh Al-Qaeda, yang menewaskan lebih dari 3.000 orang di New York dan Washington.

    Penjara di Teluk Guantanamo, Kuba, dibuka pada Januari 2002 untuk menampung tersangka militan dan masih memenjarakan 127 tahanan hingga kini. Padahal Presiden AS Barack Obama sudah berjanji untuk menutup fasilitas tersebut. Obama menghadapi hambatan Kongres dalam mewujudkan rencananya untuk mengosongkan penjara itu sebelum ia mengakhiri masa jabatannya.

    REUTERS | ABDUL MANAN

    Berita Lainnya
    Kartun Muhammad Dicetak Ulang, Surat Kabar Diteror  
    Rusia Larang Gay dan Lesbian Mendapat SIM  
    AS Akan Tutup 15 Pangkalan Militernya di Eropa
    Obama Tunjuk Cohen Sebagai Wakil Direktur CIA
    Teroris di Supermarket Paris Terlibat ISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Skuter Listrik Pasca Insiden GrabWheels Belum Ada Rujukan

    Pemerintah Provinsi DKI berencana mengeluarkan aturan soal skuter listrik setelah insiden dua pengguna layanan GrabWheels tewas tertabrak.