Israel Desak Mahkamah Kejahatan Tolak Palestina  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu. AP/Sebastian Scheiner

    Israeli Prime Minister Benjamin Netanyahu. AP/Sebastian Scheiner

    TEMPO.CO, Tel Aviv - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Kamis, 1 Januari 2015, mendesak Mahkamah Kejahatan Internasional (ICC) menolak permohonan Palestina untuk bergabung dengan badan peradilan tersebut. "Sebab, Palestina bukan negara berdaulat," ucapnya seperti dilaporkan kantor berita Agence France-Presse.

    "Kami berharap ICC menolak permintaan otoritas Palestina, karena bukan negara dan terlibat dalam sebuah organisasi teroris," kata Benjamin dalam sebuah pernyataan, merujuk pada gerakan organisasi Islam, Hamas.

    Pernyataan itu dikeluarkan menyusul diskusi yang dipimpin Netanyahu di kantor Kementerian Pertahanan guna merespons jalan yang dirintis Palestina untuk menggugat para pejabat Israel sebagai penjahat perang.

    Presiden Palestina Mahmoud Abbas, Rabu, 30 Desember 2014, menandatangani Statuta Roma, sehingga dapat menggugat para pejabat Israel sebagai penjahat perang di Mahkamah Internasional dan menjadi tuan rumah pertemuan organisasi internasional. Langkah Abbas tersebut dikecam Israel dan Amerika Serikat.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Baca berita lainnya:
    Korban AirAsia QZ8501 Ketemu, Masih Ada 10 Misteri
    Bodi Pesawat Air Asia Sudah Ditemukan?
    Janji Tony Fernandes ke Pramugari Korban Air Asia
    Dua Spekulasi Kecelakaan Air Asia QZ8501


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.