Dalang Cilik Indonesia Pukau Publik Finlandia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wahyu Hanung Hanindita, 14 tahun, dalang cilik Indonesia, usai pertunjukan di Helsinki, Finlandia (8/11). Istimewa/KBRI Helsinki

    Wahyu Hanung Hanindita, 14 tahun, dalang cilik Indonesia, usai pertunjukan di Helsinki, Finlandia (8/11). Istimewa/KBRI Helsinki

    TEMPO.CO, Helsinki - Penampilan dalang cilik Indonesia dalam dua festival di Helsinki memukau publik Finlandia. Wahyu Hanung Hanindita yang baru berusia 14 tahun adalah dalang dari kelompok Wayang Kulit Purwo Duto.

    Kelompok itu tampil di dua event besar, yakni 5th Turku International Puppetry Festival (TIPFEST) 2014 di kota Turku dan Pori International Puppetry Festival (PIPFEST) 2014 di kota Pori, secara berturut-turut pada 8 dan 15 November 2014.

    "Kapasitas gedung pertunjukan Manilla di Turku, tempat pertunjukan wayang kulit tersebut diadakan, yang berisi 100 kursi terisi penuh, bahkan penonton meluber hingga depan dan sisi belakang panggung," ungkap Made P. Sentanajaya, Sekretaris Pertama Bidang Penerangan dan Sosial Budaya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Finlandia lewat siaran pers yang diterima Tempo, Sabtu, 15 November 2014.

    Tiket pertunjukan habis dalam satu hari saat pembukaan TIPFEST 2014, dan permintaan tiket masih terus mengalir hingga saat terakhir pertunjukan. Di Pori, tiket ludes jauh sebelum Hari-H.

    "Kekaguman penonton atas penampilan sang dalang cilik memainkan wayang tampak pada pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh para penonton pada sesi tanya jawab di akhir pertunjukan," kata Made tanpa merinci pertanyaan apa saja yang diajukan penonton.

    Ditambahkannya, salah satu hal yang memukau penonton adalah kemampuan sang dalang cilik bernyanyi sambil menggerakkan beberapa wayang sekaligus memberikan efek suara dengan kakinya.

    Kelompok gamelan dan wayang kulit "Purwo Duto" merupakan kelompok budaya yang terbentuk di KBRI Helsinki pada 16 Juni 2014. Terdiri atas 14 pemain gamelan, tiga di antaranya warga negara Finlandia.

    Lakon "Sesaji Raja Suya" yang dibawakan dalam kedua festival tersebut bercerita tentang pertempuran para Pandawa melawan raja raksasa Jarasandha, sebagai simbolisasi perang kebaikan melawan kejahatan.

    Dalang cilik yang akrab disapa Hanin, meski masih muda, tetapi telah banyak pengalaman tampil dalam berbagai pergelaran wayang kulit, termasuk di Markas Besar PBB di Jenewa, 16 April 2008, ketika masih berusia 5 tahun.

    Pertunjukan pada TIPFEST 2014 merupakan penampilan perdana Purwo Duto dengan dalang Hanin di Finlandia. Duta Besar RI untuk Finlandia, Elias Ginding dan Wakil Pemerintah Kota Turku di bidang Kebudayaan, Marja Perho, hadir sebagai tamu kehormatan.

    TIPFEST merupakan festival terbesar untuk pertunjukan boneka di Finlandia yang dimeriahkan oleh penampilan berbagai negara. Selain Indonesia dan Finlandia, ada juga pertunjukan boneka dari Slovenia, Perancis, Rusia, Kanada, Denmark dan Estonia.

    Pertunjukan gamelan dan wayang kulit di kota-kota di Finlandia tersebut diharapkan dapat semakin memperkenalkan warisan budaya Indonesia yang bernilai tinggi kepada kalangan masyarakat di sana.

    NATALIA SANTI

    Berita Terpopuler
    Ini Profil Mahasiswi yang Nyabu Bareng Dosen Unhas 
    Diplomasi Blak-blakan Jokowi Jadi Perhatian Dunia 
    Misteri Mahasiswi Nyabu Bareng Wakil Rektor Unhas


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Donald Trump dan Para Presiden AS yang Menghadapi Pemakzulan

    Donald Trump menghadapi pemakzulan pada September 2019. Hanya terjadi dua pemakzulan terhadap presiden AS, dua lainnya hanya menghadapi ancaman.