Operasi Empedu Raja Bhumibol Adulyadej Sukses

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Thailand Bhumibol Adulyadej tiba dengan mobil van di rumah sakit Siriraj, Bangkok, 6 Agustus 2014.  REUTERS/Athit Perawongmetha

    Raja Thailand Bhumibol Adulyadej tiba dengan mobil van di rumah sakit Siriraj, Bangkok, 6 Agustus 2014. REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Bangkok - Operasi terhadap pengangkatan empedu Raja Thailand Bhumibol Adulyadej berjalan sukes. "Kini beliau dalam masa pemulihan," demikian bunyi pernyataan Istana Kerajaan, Senin, 6 Oktober 2014.

    Pihak Istana semula mengungkapkan bahwa pria 86 tahun yang dirawat di Siriraj Hospital, Bangkok, itu hanya demam tinggi dan mengalami tekanan darah pada Jumat petang, 3 Oktober 2014, waktu setempat.

    Namun, belakangan, Istana menyatakan Raja menjalani operasi empedu dan berjalan sangat baik serta kondisi Raja sangat memuaskan. "Pagi ini kondisi kesehatan beliau secara umum mengalami kemajuan. Detak jantungnya rendah, tekanan darah normal dan suhu tubuhnya pun rendah."

    Memerintah kerajaan terlama di dunia, Bhumibol adalah sosok yang sangat dihormati di Thailand. Fotonya tergantung di kantor-kantor pemerintahan dan rumah penduduk. Petuahnya terbentang di seluruh masyarakat Thailand yang mempersatukan masyarakat perkotaan dan pedesaan.

    Banyak sekali warga Thailand nampak berdoa di depan rumah sakit demi kesehatan Raja. Di antara mereka nampak mengenakan baju warna pink dan kuning, warna besatu dengan Raja dengan membawa foto Raja dan di taruh di atas kepala.

    Raja telah beberapa kali dirawat di Siriraj Hospital dalam tahun ini. Dia mengalami gangguan di bagian perut September 2014. Pada 2009, Raja mengalami infeksi paru-paru dan menghabiskan waktu sekitar empat tahun di suite room rumah sakit.



    CNN | BBC | CHOIRUL

    Terpopuler:
    Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, FPI Salahkan Ahok
    Koalisi Prabowo Diklaim Dukung Perpu Pilkada
    SBY Ungkap Gagalnya Pertemuan dengan Mega  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.