Akhirnya, Warga Gaza Diizinkan ke Masjid Al-Aqsa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga Palestina berjalan di antara Masjid Al Aqsa dengan Dome of Rock usai melakukan ibadah salat Idul Adha berjamaah di Yerusalem, Palestina, 4 Oktober 2014. (AHMAD GHARABLI/AFP/Getty Images)

    Warga Palestina berjalan di antara Masjid Al Aqsa dengan Dome of Rock usai melakukan ibadah salat Idul Adha berjamaah di Yerusalem, Palestina, 4 Oktober 2014. (AHMAD GHARABLI/AFP/Getty Images)

    TEMPO.CO, Yerusalem - Sebanyak 500 warga Palestina yang berusia di atas 60 tahun mengunjungi Yerusalem untuk melaksanakan ibadah di Masjid Al-Aqsa. Ini merupakan kejadian pertama dalam tujuh tahun terakhir setelah Israel memblokade akses warga Gaza. (Baca: Pasukan Israel Kepung Masjid Al-Aqsa)

    “Saya tidak ke sini selama 35 tahun. Semuanya telah berubah,” ujar Umm Dallaleh Fayyad, salah satu warga Gaza, kepada Arab News, Ahad, 5 Oktober 2014. “Rasanya seperti di surga,” tambahnya sambil tersenyum.

    Hussein Ash-Seikh, Pejabat Kepala Perantara Palestina dengan Israel, sebelumnya mengatakan Israel telah memulai serangkaian langkah untuk meredakan blokade, yang diberlakukan atas Jalur Gaza selama delapan tahun.

    Kata Ash-Seikh, seperti dilaporkan Xinhua, salah satu tindakan meredakan blokade tersebut ialah memberikan izin kepada 500 orang dari Jalur Gaza untuk menunaikan salat Idul Adha. (Baca: Hamas dan Israel Sepakat Akhiri Perang)

    Mereka menyeberangi pos penyeberangan Erez antara Israel dan ujung utara daerah kantung pantai tersebut pada Ahad pagi. Setelah tiba di Yerusalem, mereka kemudian menunaikan salat Idul Adha. Malamnya, mereka dibawa kembali ke Jalur Gaza.

    ANINGTIAS JATMIKA | ARAB NEWS | XINHUA

    Terpopuler

    Jadi Mualaf, Wanita Bertato Dilamar Pendukung ISIS 
    Masuki Pekan Kedua, Demonstrasi Hong Kong Ricuh 
    Jurnalis AS Korban Ebola Dirawat di Nebraska  



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.