Libya Tuding Qatar Suplai Senjata ke Milisi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar RI untuk Libya Raudin Anwar (tengah, berkemeja biru lengan panjang) bersama WNI yang dievakuasi dari Libya di perbatasan Ras Jedir, Tunisia,  3 September 2014. (Istimewa)

    Duta Besar RI untuk Libya Raudin Anwar (tengah, berkemeja biru lengan panjang) bersama WNI yang dievakuasi dari Libya di perbatasan Ras Jedir, Tunisia, 3 September 2014. (Istimewa)

    TEMPO.CO, Tripoli - Perdana Menteri Libya Abdullah al-Thinni mengatakan Qatar telah mengirim tiga pesawat militer lengkap dengan senjata menuju bandara internasional Tripoli.
    "Kami mendapat laporan resmi pesawat-pesawat ini membawa senjata dan amunisi. Apa yang ingin Qatar beri kepada rakyat Libya?" kata al-Thinni.

    Seperti dilansir Reuters, 14 September 2014, pemerintah negara Afrika Utara ini sudah tidak memiliki kendali terhadap Tripoli, ibu kota Libya. Pemerintahan sementara telah dipindahkan ke Kota Tobruk. (Baca:Milisi Libya Geruduk Kedutaan AS di Tripoli)

    Qatar belum menanggapi tudingan Abdullah al-Thinni. Negara Teluk ini memang dicurigai telah lama mendukung kelompok Ikhwanul Muslimin yang memiliki jaringan dengan kelompok militan Islam di Tripoli.

    Sebelumnya, Abdullah al-Thinni juga menuduh Sudan telah mengirim alat persenjataan ke daerah perbatasan kedua negara di Kota Kufra pada bulan lalu. Namun, pihak Sudan mengatakan senjata-senjata tersebut dikirim untuk pasukan gabungan Libya dan Sudan di wilayah perbatasan. (Baca:122 WNI di Libya Telah Dievakuasi)

    Para pejabat Amerika Serikat mengatakan Uni Emirat Arab dan Mesir khawatir dengan pergerakan militan Islam di Libya yang berhasil menguasai Tripoli.

    Abdullah al-Thinni sudah memberikan ulitmatum agar negara-negara lain tidak ikut campur masalah internal Libya. Dia mengancam akan memutus hubungan diplomatik jika Qatar, Mesir, dan negara lainnya terus ikut campur.

    REUTERS | VIQIANSAH DENNIS

    Baca juga:
    Soal RUU Pilkada, Amir: SBY Berpihak pada Akal Sehat
    3 Kemesraan Ahok-Lulung Setelah Cekcok Panjang
    Pilkada Langsung Boros? Ini Bantahannya
    Suryadharma: Ketua PPP Mendatang Harus ke Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.