Sensus Terbaru Myanmar, Muslim Rohingya Tak Didata  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah muslim Rohingya, menonton pertandingan gulat tradisional dalam festival gulat di desa Kyaukpannu, Maungdaw (6/6). REUTERS/Soe Zeya Tun

    Sejumlah muslim Rohingya, menonton pertandingan gulat tradisional dalam festival gulat di desa Kyaukpannu, Maungdaw (6/6). REUTERS/Soe Zeya Tun

    TEMPO.CO, Yangon - Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, Myanmar melakukan sensus penduduk. Berdasarkan hasil sensus tersebut, seperti dikutip Channel News Asia, Senin, 1 September 2014, saat ini Myanmar memiliki populasi sebesar 51,4 juta jiwa. (Baca: Sensus Pertama di Myanmar, Rohingya Tak Diakui)

    Namun sayang, dalam sensus tersebut, Kementerian Imigrasi dan Kependudukan Myanmar tidak mendata warga yang tinggal di negara bagian Rakhine, Kachin, dan Kayin, tempat bagi Muslim minoritas Rohingya tinggal.

    Badan PBB yang membiayai program-program kependudukan (UNFPA) yang dibantu Dinas Kependudukan telah mendata 11 juta rumah tangga. Petugas sensus juga pergi ke tempat umum, seperti toko-toko dan rumah sakit, untuk mengumpulkan informasi. Mereka bahkan mengunjungi kantong-kantong IDPs (internally displaced persons), yakni kamp-kamp pengungsi di berbagai negara bagian.

    Namun pemerintah gagal mengumpulkan informasi dari beberapa daerah sensitif, seperti Rakhine dan Kachin. Beberapa penduduk di Rakhine tidak terdata karena pemerintah tidak diizinkan mendata mereka yang teridentifikasi sebagai Rohingya. Dalam sensus tersebut, pemerintah Myanmar mendata mereka sebagai “tidak teridentifikasi”. (Baca: Myanmar Tolak Akui Kewarganegaraan Rohingya)

    UNFPA mengakui bahwa sensus itu bukanlah pendataan yang sempurna. Namun UNFPA menegaskan, meski tidak terdata dalam sensus, pengungsi Rohingya akan tetap mendapat bantuan.

    ANINGTIAS JATMIKA | CHANNEL NEWS ASIA

    Terpopuler

    Kibarkan Bendera Putih, Tentara Ukraina Dibantai
    Wanita Inggris Rilis Video Ajakan ISIS 
    Gali Pasir di Pantai, Bocah Ini Tewas Tertimbun



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.