250 Imigran Libya Ditemukan Tewas Tenggelam  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebuah keluarga imigran beristirahat di pusat imigrasi di Pulau Lampedusa, Italia (5/10). Lampedusa, adalah pulau kecil yang terletak diantara Sisilia dan selat yang memisahkan Tunisia dan Libya ini telah menjadi tujuan lebih dari 10 ribu imigran gelap yang datang dengan kapal tak layak.  REUTERS/Antonio Parrinello

    Sebuah keluarga imigran beristirahat di pusat imigrasi di Pulau Lampedusa, Italia (5/10). Lampedusa, adalah pulau kecil yang terletak diantara Sisilia dan selat yang memisahkan Tunisia dan Libya ini telah menjadi tujuan lebih dari 10 ribu imigran gelap yang datang dengan kapal tak layak. REUTERS/Antonio Parrinello

    TEMPO.CO, Tripoli - Lebih dari 250 imigran asal Libya diduga tewas dalam tragedi tenggelamnya kapal pada Jumat waktu setempat, 22 Agustus 2014. Lokasi kapal tenggelam berjarak 1 kilometer dari pantai, di timur Ibu Kota Tripoli. Sebagian jasad masih berada di pantai lantaran penjaga pantai merasa tidak mendapatkan perintah operasi penyelamatan, baik dari Menteri Kesehatan Libya maupun palang merah. (Baca: Kapal Imigran Tenggelam di Italia, 17 Tewas)

    "Kami percaya lebih dari 250 jasad berada di bawah air. Sebab, ketika kita menyelam, kapalnya lebih besar dari yang diperkirakan," kata Mohammad Abdellatif, penjaga pantai.

    Dikutip dari Reuters, kapal ini membawa ratusan imigran yang dalam sebulan terakhir berusaha mencapai pantai Italia. Namun banyak kapal yang hancur atau tenggelam terlebih dulu.

    Sepanjang tahun ini, pemerintah Italia melaporkan bahwa imigran yang datang melalui pantai di Negeri Pasta ini telah mencapai 100 ribu orang. Imigran ini kebanyakan berangkat dari Libya. Perdagangan manusia dari negara di Afrika tersebut meningkat sejak terjadinya kekisruhan politik yang dimulai dengan kejatuhan Muammar Khadafi pada 2011. (Baca: 122 WNI di Libya Telah Dievakuasi)

    Dalam beberapa bulan terakhir, Libya dihadapkan dengan perang saudara di Kota Tripoli. Pemerintah pusat tidak mampu mengendalikan kelompok-kelompok bersenjata yang sebelumnya bersatu untuk menjatuhkan Khadafi. Pemerintahan di Tripoli telah lama ditutup sejak pertempuran dua kelompok Misrata dan Zintan.

    VIQIANSAH DENNIS | REUTERS


    Berita Terpopuler:
    Jokowi Kalah Rapi Ketimbang Paspampres
    Unimog Milik Massa Prabowo Harganya Rp 1-2 Miliar 
    Begini Spesifikasi Calon Tunggangan Jokowi



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Berbagai Cara dalam Menekan Pelanggaran Batasan Bawaan Penumpang

    Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terus berupaya menekan pelanggaran batasan bawaan penumpang dari luar negeri di pintu masuk bandara.