Hamas Tolak Perpanjang Gencatan Senjata di Gaza  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang ibu menidurkan anaknya usai memberi sarapan di tempat pengungsian sekolah PBB di Gaza, 3 Agustus 2014. Serangan Israel ke Gaza membuat warga Palestina meninggalkan rumahnya dan mengungsi di sekolah PBB. REUTERS

    Seorang ibu menidurkan anaknya usai memberi sarapan di tempat pengungsian sekolah PBB di Gaza, 3 Agustus 2014. Serangan Israel ke Gaza membuat warga Palestina meninggalkan rumahnya dan mengungsi di sekolah PBB. REUTERS

    TEMPO.CO, Gaza - Pemimpin kelompok Hamas, Ismael Radwan, mengatakan tidak akan ada pembaruan dari gencatan senjata Gaza yang berakhir pada Jumat besok, kecuali jika Israel memenuhi beberapa tuntutan mereka.

    "Gencatan senjata tidak akan diperpanjang, tidak dapat diperbarui tanpa pencapaian nyata. Kami tidak menerima respons dari beberapa tuntutan, yang berarti tidak ada terobosan dalam hal ini," kata Radwan, seperti dilansir Al Jazeera, Kamis, 7 Agustus 2014. (Baca: Israel Tawarkan Gencatan Senjata Tambahan)

    Kesepakatan gencatan senjata tanpa syarat selama 72 jam yang dilakukan Israel-Palestina berlaku mulai Selasa kemarin hingga Jumat. Gencatan senjata ini membuat warga di Jalur Gaza dapat menerima bantuan kemanusiaan setelah empat minggu digempur pasukan Israel.

    Pemerintah Israel menyerukan demiliterisasi Jalur Gaza, tapi Hamas menginginkan blokade Israel di Gaza segera dicabut dan meminta pembebasan tahanan Palestina. (Baca: Gencatan Senjata, Warga Gaza Tengok Rumah)

    Rabu lalu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membela aksi militer negaranya selama empat minggu melakukan serangan terhadap warga Palestina. Dia justru menyalahkan kelompok Hamas atas kematian warga di Jalur Gaza.

    "Israel sangat menyesalkan setiap korban sipil. Masyarakat Gaza bukanlah musuh kita, musuh kita adalah Hamas. Setiap korban sipil adalah tragedi atas perbuatan Hamas sendiri," kata Netanyahu dalam konferensi pers di Yerusalem Barat. (Baca: Gencatan Senjata Gaza, Israel Tarik Pasukan Darat )

    Setidaknya 1.875 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, tewas dalam serangan selama empat minggu oleh pasukan Israel. Adapun di pihak Israel, 67 orang, termasuk 64 tentara, tewas.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa meminta semua negara di Timur Tengah untuk membantu menemukan solusi damai bagi konflik di Gaza. "Siklus tidak berperasaan atas penderitaan di Gaza dan Tepi Barat, serta di Israel, harus diakhiri," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon. (Baca: Menlu RI: Situasi Gaza Kian Memprihatinkan)

    Ban menyerukan diakhirinya serangan roket dari Gaza dan penyelundupan senjata, serta mengangkat blokade Israel-Mesir di Gaza dan membawa wilayah terkepung kembali di bawah satu pemerintahan Palestina.

    AL JAZEERA | ROSALINA

    Terpopuler:

    Ini Rapor Kepala Dinas Pendidikan DKI Lasro Marbun
    Ahok Curiga, Belum Ada Pejabat DKI yang Dipecat
    Hakim Wahiduddin Koreksi Gugatan Prabowo-Hatta
    Migrant Care Laporkan Enam Anggota DPR Pemilik PJTKI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Obligasi Ritel Indonesia Seri 016 Ditawarkan Secara Online

    Pemerintah meluncurkan seri pertama surat utang negara yang diperdagangkan secara daring, yaitu Obligasi Ritel Indonesia seri 016 atau ORI - 016.