Kecelakaan Feri Bangladesh, 115 Orang Masih Hilang  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kerabat dan warga melihat tim penyelamat mengevakuasi sejumlah korban tenggelamnya kapal Feri di Sungai Meghna di Rasulpur, Munshiganj, Bangladesh, (16/5). REUTERS/Andrew Biraj

    Kerabat dan warga melihat tim penyelamat mengevakuasi sejumlah korban tenggelamnya kapal Feri di Sungai Meghna di Rasulpur, Munshiganj, Bangladesh, (16/5). REUTERS/Andrew Biraj

    TEMPO.CODhaka – Sebanyak 115 orang dinyatakan hilang setelah feri yang mereka tumpangi tenggelam pada Senin, 4 Agustus 2014 sekitar pukul 11.15 waktu setempat di Sungai Padma, Bangladesh. Sungai ini merupakan salah satu dari tiga sungai yang membentuk Delta Gangga.

    “Kerabat dari 115 orang ini terus mendesak pihak berwenang untuk segera menemukan mereka,” kata Kaniz Fatema, asisten pengawas poisi di Distrik Munshiganj, sekitar 27 kilometer dari ibu kota Dhaka, kepada Xinhua.

    Menurut Fatema, tim penyelamat menghadapi kesulitan untuk mencari korban yang tenggelam. Gelombang tinggi sekitar 3-4 meter dan angin kencang membuat tim kewalahan. Tak hanya itu, lokasi kecelakaan yang jauh dari pantai juga semakin memperburuk situasi. Sejauh ini tim baru menemukan jasad dua orang perempuan dan seorang anak.

    Dari hasil penyelidikan sementara, feri bertingkat yang mengangkut 250 orang diduga tenggelam akibat kelebihan muatan. Kecelakaan kapal memang sering terjadi di Bangladesh yang memiliki sekitar 250 sungai. (Baca: Diterjang Badai, 4 Penumpang Feri Tewas)

    Feri masih menjadi transportasi utama di negara ini. Oleh sebab itu, feri kerap kali membawa muatan berlebih. Pada Maret 2012 lalu, sedikitnya 138 ditemukan tewas setelah feri yang penuh sesak terbalik.

    ANINGTIAS JATMIKA | XINHUA

    Terpopuler

    12 Pria Disunat Paksa Atas Permintaan Istri Mereka
    Museum Louvre Prancis Diserang Tikus
    Selfie dengan Pistol, Pria Meksiko Tewas Tertembak

     

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?