Dalai Lama Minta Umat Budha Myanmar Hormati Muslim

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dalai Lama menyapa para pendengarnya saat kunjungannya di Rotterdam, Belanda (11/5). (Michel Porro/Getty Images)

    Dalai Lama menyapa para pendengarnya saat kunjungannya di Rotterdam, Belanda (11/5). (Michel Porro/Getty Images)

    TEMPO.CO, New Delhi - Pemimpin spiritual Budha asal Tibet, Dalai Lama, mendukung umat Buddha di Myanmar dan Sri Lanka untuk menghentikan kekerasan terhadap Muslim. Ia menegaskan hal itu dalam pidato menandai ulang tahunnya yang ke-79 pada Minggu.

    Dalai Lama mengatakan kekerasan di kedua negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha terhadap kaum Muslim tidak dapat diterima. "Saya mendesak umat Buddha di negara-negara tersebut untuk membayangkan gambar Buddha sebelum mereka melakukan kejahatan seperti itu," katanya di pinggiran Leh, di Himalaya.

    "Buddha mengajarkan cinta dan kasih sayang. Jika Buddha di sana, dia akan melindungi umat Islam dari siapapun umatnya yang menyerang mereka," katanya yang mengasingkan diri ke India pada 1959.

    Dia berpidato di depan puluhan ribu orang, termasuk bintang film di Hollywood Richard Gere di India utara.

    Dalai Lama juga menyinggung kekerasan yang dilakukan oleh militan Suni terhadap sesama Muslim. Namun ia tidak merujuk secara khusus ke Irak, di mana militan Suni kini menguasai lima provinsi di utara dan barat Baghdad (baca juga: Krisis Irak, Arab Saudi Peringatkan Iran).

    Kekerasan antar-komunal di Myanmar membayangi reformasi politik secara luas yang sebelumnya dipuji dunia internasional. Kekerasan ini menewaskan sedikitnya 250 orang.

    Bulan lalu di Sri Lanka, empat orang tewas dan ratusan toko-toko dan rumah-rumah rusak dalam kekerasan agama terburuk di negara itu dalam beberapa dekade terakhir.

    Dalai Lama merayakan ulang tahunnya di kediamannya di pinggiran Leh di Ladakh, wilayah mayoritas beragama Buddha. Dia berada di Ladakh untuk menyelenggarakan Kalachakra, proses dimana puluhan ribu warga Budha berusaha meraih pencerahan.

    Dua tahun lalu, pemenang Hadiah Nobel Perdamaian ini menyatakan dirinya pensiun dari tugas politik. Ia menyerahkan mandat pada perdana menteri Tibet di pengasingan.

    REUTERS | INDAH P.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Industri Permainan Digital E-Sport Makin Menggiurkan

    E-Sport mulai beberapa tahun kemarin sudah masuk dalam kategori olahraga yang dipertandingkan secara luas.