Situasi Thailand Makin Tidak Menentu  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Warga berhenti sejenak untuk berfoto selfie di sebuah pemeriksaan militer di pusat kota Bangkok, Thailand (20/5).  Tentara mengumumkan kondisi darurat militer pada Selasa dini hari untuk menjaga stabilitas negara setelah krisis politik yang terjadi enam bulan terakhir. (AP Photo/Kiko Rosario)

    Warga berhenti sejenak untuk berfoto selfie di sebuah pemeriksaan militer di pusat kota Bangkok, Thailand (20/5). Tentara mengumumkan kondisi darurat militer pada Selasa dini hari untuk menjaga stabilitas negara setelah krisis politik yang terjadi enam bulan terakhir. (AP Photo/Kiko Rosario)

    TEMPO.CO, Bangkok - Situasi di Thailand pascakudeta militer semakin tidak menentu. Namun sampai Kamis malam Indonesia belum memberlakukan larangan bepergian ke negeri Gajah Putih itu.

    “KBRI masih memantau situasi, semua media elektronik diblok kecuali untuk menyampaikan informasi dari penguasa darurat militer,” kata Duta Besar Indonesia untuk Thailand, Lutfi Rauf.

    Meskipun Indonesia belum mengeluarkan larangan untuk berkunjung, namun Dubes Lutfi menekankan bagi wisatawan situasinya tidak menentu.

    Angkatan Bersenjata Thailand mengumumkan pengambilalihan kekuasaan atas pemerintahan negara sejak pukul 16.30, Kamis, 22 Mei 2014. Militer memberlakukan jam malam mulai pukul 22.00 hingga 05.00 pagi. (Baca: Militer Thailand Kuasai Pemerintahan)

    “Kondisi saat ini toko tutup mulai pukul 20.00, dan transportasi umum berhenti beroperasi pukul 21.00,” jelas Dubes Lutfi.

    KBRI Bangkok mengeluarkan edaran bagi seluruh WNI di Thailand untuk menambah kehati-hatian dan kewaspadaan. Kartu identitas diri harus dibawa ke mana pun berada.

    WNI juga diminta untuk menjauh dari tempat-tempat demonstrasi atau berkumpulnya massa terutama di malam hari dan tetap mewaspadai, memantau perkembangan situasi di sekitarnya dengan seksama. Bila melihat pergerakan massa agar segera menghindar ke tempat yang lebih aman. (Baca: Linimasa Krisis Thailand Menuju Kudeta Militer)

    KBRI juga mengimbau agar WNI tidak meninggalkan tempat tinggal atau penginapan jika tidak ada keperluan yang sangat mendesak terutama pada malam hari. Selain itu menghindari penggunaan atribut atau pakaian berwarna merah, kuning dan atau hitam yang bisa disalahtafsirkan sebagai bagian anggota kelompok yang bertikai.

    “KBRI Bangkok telah membentuk tim bekerja sama dengan masyarakat dan mahasiswa Indonesia untuk memberikan informasi dan bantuan yang diperlukan bagi WNI terkait dengan situasi politik yang saat ini berlangsung di Bangkok,” jelas pengumuman tersebut. (Baca: Sebelum Kudeta, Militer Ajukan Proposal ke Thaksin)

    Bagi WNI juga disediakan layanan telepon yang dapat dihubungi, yakni 0929-031103, 0929-951595, dan 0929-951596. Kedutaan juga terus mem-posting perkembangan situasi melalui www.kemlu.go.id/bangkok dan laman Facebook Komunitas Indonesia di Thailand.

    NATALIA SANTI

    Terpopuler
    Dilaporkan ke Polisi, Ahok Tantang Balik Udar
    Malaysia Hentikan Pembangunan Mercusuar di Tanjung Datu
    Razia Parkir Liar, 'Keponakan' Jenderal Lolos
    Jupe Pengin Jadi Istri Prabowo


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.