Thailand Diimbau Tak Deportasi Muslim Uighur  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah muslim Uighurs berasal dari wilayah barat jauh dari Cina wilayah Xinjiang, saat mereka berada di penampungan sementara setelah mereka ditahan di kantor pusat regional imigrasi Thailand di dekat perbatasan Malaysia-di Hat Yai, Songkla (14/3). REUTERS/Athit Perawongmetha

    Sejumlah muslim Uighurs berasal dari wilayah barat jauh dari Cina wilayah Xinjiang, saat mereka berada di penampungan sementara setelah mereka ditahan di kantor pusat regional imigrasi Thailand di dekat perbatasan Malaysia-di Hat Yai, Songkla (14/3). REUTERS/Athit Perawongmetha

    TEMPO.CO, Bangkok - Sekitar 200 muslim Uighur diselamatkan dari sebuah kamp perdagangan manusia oleh petugas keamanan Thailand. Masyarakat internasional mengimbau pemerintah Thailand untuk melindungi kelompok ini dan memastikan mereka tidak dipaksa kembali ke Cina.

    Kepala Kepolisiian Imigrasi Letjen Panu Kerdlarppol mengatakan pihak berwenang sedang mengidentifikasi para korban perdagangan manusia ini,  Sabtu 15 Maret 2014. Namun ia yakin sebagian besar di antara mereka berasal dari suku Uighur.

    Polisi Thailand menemukan kelompok ini pada Rabu lalu di sebuah kamp terpencil di tengah hutan di Provinsi Songkhla. Mereka terdiri atas 78 pria, 60 wanita, dan 82 anak-anak.

    Suku Uighur berasal dari wilayah barat Cina, Xinjiang. Kekerasan berlatar suku, agama, ras, dan antargolongan masih kerap terjadi di wilayah ini.Dalam soal ini, sejumlah kelompok pembela hak asasi manusia menuding Beijing terlalu keras memperlakukan mereka.

    Departemen Luar Negeri AS meminta Thailand melindungi kelompok ini. Sedangkan Human Rights Watch mendesak Thailand untuk tidak mengirim mereka kembali ke Cina.

    AP | TRIP B


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Dituding Sebarkan Hoaks, Wartawan FNN Hersubeno Dipolisikan PDIP

    DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta resmi melaporkan Hersubeno Arief ke Kepolisian. Hersubeno dilaporkan atas dugaan pencemaran nama baik.