Paspor Palsu Menambah Misteri Malaysia Airlines

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita, keluarga penumpang pesawat boeing 777-200 Malaysia Airlines MH370, menangis di Bandara Internasional Beijing, Cina, (8/3). Pesawat Malaysia Airlines berangkat dari Kuala Lumpur menuju Beijing telang hilang kontak setelah dua jam terbang. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    Seorang wanita, keluarga penumpang pesawat boeing 777-200 Malaysia Airlines MH370, menangis di Bandara Internasional Beijing, Cina, (8/3). Pesawat Malaysia Airlines berangkat dari Kuala Lumpur menuju Beijing telang hilang kontak setelah dua jam terbang. REUTERS/Kim Kyung-Hoon

    TEMPO.CO, Hong Kong - Tim Investigasi gabungan dari beberapa negara Asia Tenggara hingga kini masih mencari pesawat Malaysia Airlines Boeing 777-200  yang hilang di Laut Cina Selatan. Beragam spekulasi muncul mulai dari kesalahan manusia, faktor cuaca, kesalahan mekanik sampai pada dugaan adanya tindakan teroris dalam pesawat itu. (Baca: Dua Penumpang Malaysia Airlines Pakai Paspor Palsu)

    Ditambah dengan adanya dua penumpang pesawat itu yang diduga menggunakan paspor palsu. Dua paspor tersebut tercatat atas nama Christian Kozel, warga negara Austria dan Luigi Maraldi, seorang warga negara Italia. Namun kedua orang itu tidak berada di pesawat.

    Otoritas Kementerian Luar Negeri Austria mengatakan paspor yang dimiliki warga negaranya itu sudah hilang dua tahun yang lalu saat pemiliknya sedang di Thailand.

    Sedangkan menurut Otoritas Kementerian Luar Negeri Italia, paspor atas nama warga negaranya itu juga hilang dicuri di Thailand pada Agutus 2013 lalu.

    Terkait adanya dugaan terorisme dalam pesawat itu, Kepala Investigasi Amerika Serikat mengatakan masih mendalami dugaan pencurian paspor yang digunakan penumpang misterius itu. Selain itu, dalam hilangnya pesawat itu juga belum ditemukan adanya ledakan atau pun bukti awal yang mengarah ke tindakan teroris.

    "Untuk saat ini kami tidak menemukan adanya dugaan tindakan teroris," kata seorang pejabat keamanan intelijen Amerika yang tidak ingin disebutkan namanya, seperti dilansir New York Times, Ahad, 9 Maret 2014. "Kami juga masih menyelidiki soal pencurian paspor itu."

    Hingga saat ini, tidak ada indikasi sabotase maupun klaim dari serangan teroris terkait hilangnya pesawat. Penyebab hilangnya pesawat dari radar sekitar satu jam setelah lepas landas dari Kuala Lumpur ke Beijing belum diketahui. Tidak ada laporan cuaca buruk ketika itu. "Kami tidak mengesampingkan kemungkinan apapun," kata CEO Malaysia Airlines Ahmad Jauhari Yahya dalam konferensi pers, Sabtu kemarin.

    NY TIMES | REZA ADITYA

    Berita Terpopuler
    Hafitd Ternyata Sewa Hacker Retas Akun Twitter Ade Sara
    Penuturan Nadia, Saksi Kunci Pembunuhan Ade Sara
    Wawancara Blakblakan Danang Penembak Kucing  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wacana Liberalisasi Penerbangan, Pemerintah Undang Maskapai Asing

    Pemerintah membuka wacana liberalisasi penerbangan dengan mengundang maskapai asing untuk mengoperasikan rute domestik demi memperketat kompetisi.