Suriah Izinkan Warga Tinggalkan Kota Homs  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pemerintah Suriah menyebutkan bahwa mereka berhasil merebut basis pertahanan oposisi di kota Homs, dan menguasai kota tersebut sepenuhnya dalam waktu dekat. REUTERS/Yazan Homsy

    Pemerintah Suriah menyebutkan bahwa mereka berhasil merebut basis pertahanan oposisi di kota Homs, dan menguasai kota tersebut sepenuhnya dalam waktu dekat. REUTERS/Yazan Homsy

    TEMPO.CO, Damaskus - Pemerintah Suriah mengatakan perempuan dan anak-anak boleh meninggalkan Kota Homs. Pengumuman ini disampaikan setelah juru runding pemerintah dan oposisi sepakat soal masalah kemanusiaan dalam pertemuam langsung dengan oposisi hari kedua di Jenewa, Swiss.

    Homs, kawasan strategis yang diduduki pasukan pemerintah, telah menjadi kunci medan pertempuran kedua belah pihak. Pasukan Presiden Bashar al-Assad mengambil alih kota penting ini sejak tahun lalu, menyebabkan para pemberontak dan ribuan warga sipil terkepung.

    Keputusan rezim Assad itu disambut meriah warga setempat. Ratusan keluarga, seperti dilaporkan Al Jazeera, Senin, 27 Januari 2014, tampak berbondong-bondong meninggalkan kota tua ini setelah terkepung selama 18 bulan. Mereka menderita karena, selain terkepung, kota tersebut digempur tembakan senjata berat. Suplai makanan serta obat-obatan juga sangat terbatas.

    Utusan khusus PBB untuk Liga Arab, Lakhdar Brahimi, pada Ahad, 26 Januari 2014, menyambut baik diperkenankannya perempuan dan anak-anak meninggalkan kawasan tersebut secepatnya.

    Pihak berwenang Suriah juga sepakat memperkenankan konvoi bantuan kemanusiaan sesegera mungkin memasuki Kota Homs sejak Senin, 27 Januari 2014.

    Faisal Maqdad, Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, mengatakan setelah pertemuan Ahad, 26 Januari 2014, pemerintah akan membolehkan kaum perempuan dan anak-anak meninggalkan pusat kota jika pemberontak memberikan jaminan keamanan bagi mereka.

    "Tak hanya itu, kami juga akan menyediakan mereka tempat istirahat, obat-obatan, dan seluruh apa yang mereka butuhkan. Kami siap memberikan izin kepada lembaga bantuan kemanusiaan memasuki kota melalui jalur yang disepakati bersama PBB."

    Di Homs, kelompok oposisi mengatakan pemberontak benar-benar ingin agar blokade segera diakhiri dan menentang gencatan senjata terbatas.

    AL JAZEERA | CHOIRUL 

    Berita Terpopuler:
    Di Survei Ini, Prabowo Subianto Selalu Jadi Juara
    Survei: Jokowi Bertahan, Prabowo-Aburizal Jeblok
    Cuit Anas Urbaningrum: Demokrat Ganti Ketua Umum
    Irfan Bachdim Resmi Gabung Klub Jepang


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.