Rusia Berangkatkan Kapal Perang Lagi ke Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal perang Rusia.(Wikipedia)

    Kapal perang Rusia.(Wikipedia)

    TEMPO.CO, Moskow - Rusia mengirimkan sebuah kapal perang spesial kargo ke Suriah. Demikian seorang sumber Angkatan Laut mengatakan pada Jumat, 6 September 2013. Pengerahan kapal ini sebagai bentuk dukungan Kremlin terhadap Damaskus untuk menghadapi kemungkinan serangan Amerika Serikat.

    Kapal pendarat Nikolai Filchenkov, Jumat, 6 September 2013, akan meninggalkan pangkalannya di Kota Sevastopol, Ukraina, menuju Pelabuhan Novorossiisk, Rusia. Dari sini, tulis kantor berita Interfax mengutip sumber di St Petersburg, kapal ini akan bertolak ke Perairan Suriah.

    "Kapal akan merapat di Novorossiisk mengangkut kargo khusus untuk tugas tempur di Mediterania," ujar sumber yang tak bersedia menyebutkan kargo yang diangkut.

    Rusia secara berkala menempatkan kapal perangnya di Laut Mediaterania selama krisis Suriah berlangsung. Dalam beberapa hari ini, bahkan Rusia meningkatkan langkah dengan membentuk grup gugus tugas tempur Angkatan Laut di kawasan tersebut.

    Interfax menulis, kapal perang Rusia, Smetlivy, juga akan segera bergabung dalam gugus tugas tempur laut sebagaimana kapal perusak Nastoichivy.

    "Sedangkan anti-kapal selam Admiral Panteleyev, saat ini, siap-siap memasuki kawasan operasi militer guna rotasi tugas," kata sumber kepada Interfax.

    Menurut sumber, kapal tempur yang sudah berada di Mediterania timur adalah fregat Novocherkassk dan Minsk, serta kapal pembawa rudal penjelajah Moskva. Informasi yang diperoleh Al Arabiya menyebutkan, kapal-kapal perang Amerika Serikat sudah sangat siap hadir di kawasan (Suriah) dan melakukan gempuran melalui laut.

    AL ARABIYA | CHOIRUL


    Topik Terhangat

    Vonis Kasus Cebongan | Jokowi Capres? | Penerimaan CPNS | Suriah Mencekam

    Berita Terpopuler
    Abraham Samad: Rudi Rubiandini Orang Serakah
    Istri @benhan: Suami Diperlakukan Bak Perampok
    Zaskia Gotik Putuskan Pertunangan dengan Vicky
    Ahok: Tiada Ampun bagi Kopaja Ugal-ugalan
    Hukuman Serda Ucok: 11 Tahun Bui dan Dipecat


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.