Putin-Netanyahu Bicarakan Konflik Suriah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Russia Vladimir Putin. REUTERS/Maxim Shemetov

    Presiden Russia Vladimir Putin. REUTERS/Maxim Shemetov

    TEMPO.CO, Kremlin -  Perdana Menteri Israel, Binyamin Netanyahu, akan mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Selasa, 14 Mei 2013, guna membicarakan konflik Suriah. Pertemuan itu juga dijadwalkan membincangkan soal rencana Moskow melanjutkan pengiriman misil untuk rezim Damaskus.

    "Selama pertemuan akan dilakukan tukar pendapat dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral," tulis Kremlin dalam sebuah pernyataan. "Kedua pemimpin juga akan mendiskusikan situasi terkini di Timur Tengah, terutama soal Suriah."

    Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di Rusia, Kremlin tidak menjelaskan lokasinya. Kabar beredar menyebutkan, kemungkinan pertemuan itu akan berlangsung di kediaman Putin di Sochi, Laut Hitam, terkait dengan meningkatnya jumlah korban tewas di Suriah yang diperkirakan telah mencapai 80 ribu orang.

    The Wall Street Journal dalam laporanna pekan lalu mengatakan, Israel telah menyampaikan informasi ke Washington yang menyebutkan bahwa Rusia telah menjual bateri misil S-300 ke Suriah dan senjata anti serangan udara.

    Israel akan melawat ke Rusia setelah Negeri Yahudi itu melakukan serangan udara dua kali di dekat Damaskus. Seorang sumber Israel mengatakan, gempuran udara itu guna mencegah pengiriman senjata canggih ke Hizbullah, kelompok Syiah Libanon yang mnedukung Suriah.

    AL ARABIYA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Teka-teki Wiji Thukul, Tragedi Seorang Penyair 

    Menikah, Sefti Tak Tahu Fathanah Dibui 5 Tahun

    Tri Kurnia, Istri Fathanah, Pernah Juara Sinetron

    Wartawan Masuk Gedung PKS, Kader Diam 5 Menit

    Datang ke KPK, Anis Matta Didampingi Petinggi PKS 

      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.