Amerika Dalami Dugaan Senjata Kimia Suriah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Gambar yang diambil dari tayangan Ronahi TV, seorang wanita terbaring dengan mulut berbusa di sebuah RS, Suriah (13/4). Belum dipastikan jika ini disebabkan senjata kimia atau bukan. (AP Photo/Ronahi TV)

    Gambar yang diambil dari tayangan Ronahi TV, seorang wanita terbaring dengan mulut berbusa di sebuah RS, Suriah (13/4). Belum dipastikan jika ini disebabkan senjata kimia atau bukan. (AP Photo/Ronahi TV)

    TEMPO.CO, Washington - Menteri Pertahanan Amerika Serikat Chuck Hagel, Senin, 29 April 2013, mengatakan, negara beserta sekutunya masih terus mempelajari laporan yang menyebutkan bahwa Suriah diduga kuat menggunakan senjata kimia guna menghadapi perlawanan rakyatnya.

    "Kami akan terus melanjutkan penilaian apa yang terjadi (di Suriah), kapan, dan di mana," kata Hagel, Senin, 29 April 2013.

    "Saya rasa, kami harus menunggu untuk mendapatkan fakta di lapangan sebelum kami mengambil sikap untuk bertindak. Jika memang benar ada (penggunaan senjata kimia), kami akan beraksi."

    Berbicara di depan para wartawan di Pentagon, markas besar Kementerian Pertahanan, Hagel menolak mengatakan soal opsi militer yang bakal diambil, termasuk kemungkinan membentuk kekuatan unilateral guna melawan rezim Suriah atau tindakan sendiri bersama sekutunya.

    Pekan lalu, Presiden Barack Obama mengatakan, dinas intelijen Amerika Serikat berkesimpulan bahwa pasukan pemerintah Suriah sepertinya menggunakan senjata kima untuk menghadapi pemberontak dalam dua kali serangan, namun skalanya dianggap masih kecil.

    AL JAZEERA | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.