Saudi Kebut Proyek Perluasan Area Haji  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak bersama sejumlah wartawan Indonesia yang diundang mengunjungi Mekah, di Jakarta, (10/4). Dok. Kedutaan Arab Saudi

    Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa bin Ibrahim Al Mubarak bersama sejumlah wartawan Indonesia yang diundang mengunjungi Mekah, di Jakarta, (10/4). Dok. Kedutaan Arab Saudi

    TEMPO.CO, Madinah--Pemerintah Arab Saudi saat ini tengah gencar membangun proyek perluasan area ibadah haji. "Pembangunan ini terhitung yang terbesar tahun ini," kata Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Mustafa Bin Ibrahim Al Mubarak saat melepas rombongan umrah di Jakarta kemarin.

    Pembangunan itu meliputi antara lain transportasi kereta api untuk jamaah haji dan umrah, proyek terowongan yang menghubungkan Mina, Muzdalifah dan Arafat, hingga perluasan akses jamaah sehingga mudah mengambil air zamzam di Mekkah.

    Proyek terbaru yang juga tengah dimatangkan April ini adalah pembangunan 60 ribu tenda tahan api dengan biaya 2 miliar riyal (sekitar Rp 5,5 triliun). Proyek ini ditargetkan rampung dalam tiga tahun ke depan. "Proyek ini bagian dari memberi layanan terbaik bagi jamaah," kata Habib Zain Al-Abideen, deputi Menteri Pekerjaan Umum Arab Saudi.

    Seluruh biaya proyek perluasan itu mencapai 12,6 miliar riyal. Ini sudah termasuk proyek transportasi kereta api yang akan menjangkau maktab-maktab jamaah terjauh yang ditaksir menelan 5 miliar riyal dan pembangunan terowongan terkoneksi antara Mina, Muzdalifah dan Arafat yang juga menghabiskan 5 miliar riyal.

    Pekerjaan yang dikebut dan harus selesai tahun ini adalah penambahan tenda bagi 30 ribu jamaah di Mina. Pemerintah Saudi akan menyiapkan bukit-bukit baru di Arafat bagi tenda-tenda tersebut.

    Usamah Felali, Ketua Komite Nasional untuk Haji dan Umrah, menambahkan, Saudi juga akan merelokasi 50 kantor pemerintahan mereka di Mina. Targetnya, kata Felali, seluruh tempat di kawasan masjidil haram bisa menampung sebanyak-banyaknya jamaah yang ingin berziarah ke tanah suci.

    Kemarin malam, sebanyak 22 orang yang dilepas Duta Besar Arab Saudi untuk berumrah telah tiba di Madinah. Rombongan yang terdiri dari para pengajar universitas dan pesantren ini selain beribadah di Masjid Nabawi juga akan mengunjungi Universitas Madinah siang ini. Program umrah ini terlaksana atas kerja sama kedutaan dengan Atase Agama Kedutaan Saudi dan Yayasan Wakaf Sheikh Saleh Al Rajhi selaku sponsor.

    YOS RIZAL | MADINAH

    Topik Terhangat:

    Serangan Penjara Sleman || Harta Djoko Susilo || Nasib Anas

    Baca juga:
    Jejak Margaret Thatcher di Indonesia

    Artikel tentang Thatcher Dibanjiri Hujatan

    Kutipan Fenomenal Margaret Thatcher

    Diingatkan Korut, Kedutaan Asing di Pyongyang Cuek


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.