Penembakan Lagi di AS, Pelaku Gagal Bunuh Diri

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota kepolisian memeriksa lokasi penembakan pada hari Selasa (15/1), di St. Louis, Amerika Serikat. AP/Jeff Roberson

    Anggota kepolisian memeriksa lokasi penembakan pada hari Selasa (15/1), di St. Louis, Amerika Serikat. AP/Jeff Roberson

    TEMPO.CO, St Louis - Seorang mahasiswa paruh waktu masuk ke kantor administrator lama di Sekolah Bisnis St Louis kemudian menciptakan kepanikan. Ia menembak seseorang, sebelum menembak dirinya sendiri. Beruntung polisi bertindak sigap dan nyawa mereka berhasil diselamatkan.

    Keduanya, penembak dan korban penembakan, menjalani operasi di rumah sakit yang sama, Saint Louis University Hospital. Kepala Polisi Sam Dotson mengatakan optimistis keduanya akan bertahan hidup, tetapi seorang juru bicara rumah sakit menolak membahas kondisi mereka.

    Hingga kini polisi belum mengidentifikasi pria itu. Seorang sumber menyatakan pelaku adalah karyawan lama administrasi kampus berusia 40-an tahun. Dia mengatakan pelaku putus-sambung kuliah di Stevens Institute of Business & Arts selama empat tahun dan tidak memiliki riwayat ancaman atau kekerasan.

    Dotson mengatakan saat polisi tiba, suasana kampus sangat kacau. Orang-orang berlarian menyelamatkan diri dari bangunan lima lantai ini. Sekitar 40 sampai 50 orang berada di dalam gedung saat penembakan terjadi, dan polisi mengevakuasi mereka sebelum memulai pencarian lantai demi lantai dengan tim taktis dan anjing pelacak untuk menemukan pelaku.

    Petugas akhirnya menemukan tersangka di tangga antara lantai ketiga dan keempat, katanya. Sepucuk pistol juga ditemukan, namun juru bicara kepolisian menyatakan tidak yakin di mana pistol itu ditemukan.

    Hingga kini, belum jelas apa motif penembakan itu.

    AP | TRIP B



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.