Mesir Penengah Perundingan Hamas dan Fatah

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Mesir Mohammed Morsi. AP

    Presiden Mesir Mohammed Morsi. AP

    TEMPO.CO, Kairo - Presiden Mesir, Mohammed Mursi, akan jadi tuan rumah pertemuan pemimpin Hamas dan Fatah di Kario guna mewujudkan pakta persatuan yang diteken pada 2011.

    Mesir merupakan negara yang membantu memecahkan kebuntuhan perselisihan antara pemimpin Palestina Mahmoud Abbas, yang menjadi pemimpin Partai Fatah, dengan pemimpin Hamas Khaled Meshaal.

    Gerakan Islam Fatah telah gagal memegang kekuasaannya di Jalur Gaza setelah partai ini dikalahkan oleh Hamas dalam pemilihan umum Palestina pada 2007.

    Juru bicara pemerintah Mesir, Yasser Ali, mengatakan kepada kantor berita AFP, pertemuan pemimpin Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas, dengan Meshaal, akan diadakan pada Rabu, 10 Januari 2013, diperantarai oleh Presiden Mursi.

    Kesepakatan rekonsiliasi Hamas dan Fatah ditandatangani dua tahun silam dengan maksud membentuk pemerintahan persatuan sementara dan melaksanakan pemilihan umum pada 2012, namun kesepakatan tersebut mandek. Akhir Oktober 2012 lalu Hamas memboikot pemilihan umum lokal yang diselenggarakan di Tepi Barat.

    Namun, belakangan berembus angin segar dari Gaza. Sabtu pekan lalu, Hamas mengizinkan pendukung Fatah mengadakan unjuk rasa di Gaza untuk pertama kalinya sejak 2007. Ratusan ribu orang pendukung Abbas hadir di kawasan pantai untuk memperingati 48 tahun gerakan Fatah. Pada acara tersebut, Meshaal berpidato: "Rekonsiliasi dan persatuan bangsa Palestina merupakan keniscayaan."

    "(Negara) Palestina untuk kita semua. Kita bersahabat dalam bangsa ini. Hamas tak bisa bekerja tanpa Fatah atau Fatah tanpa Hamas," kata Meshaal.

    Pesatuan Hamas dan Fatah terganjal oleh kelompok tertentu dalam gerakan Hamas dan fundametalis Fatah yang tidak sependapat mengenai cara pendekatan dua organisasi itu dalam menghadapi Israel.

    Untuk menghadapi Israel, Hamas menolak cara-cara kekerasan dan mempertimbangkan pengakuan atas keberadaan Israel. Hamas telah dianggap sebagai kelompok teroris oleh Israel, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

    Hubungan antara Fatah dan Hamas terhenti sejak Juni 2007 ketika Abbas memerintahkan pembubaran pemerintahan persatuan pimpinan Hamas setelah bentrokan mematikan antara faksi-faksi di Gaza.

    BBC | CHOIRUL


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.