Serangan Jet Amerika di Pakistan, 3 Taliban Tewas  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua mayat yang dibunuh militan Taliban di Ghulam Khan, Pakistan, Sabtu (8/11). Mereka dibunuh karena diduga sebagai mata-mata pasukan AS di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. AP Foto/Hasbunallah Khan

    Dua mayat yang dibunuh militan Taliban di Ghulam Khan, Pakistan, Sabtu (8/11). Mereka dibunuh karena diduga sebagai mata-mata pasukan AS di sepanjang perbatasan dengan Afghanistan. AP Foto/Hasbunallah Khan

    TEMPO.CO, Peshawar - Sebuah jet tempur tanpa awak Amerika Serikat melesatkan dua misil ke sebuah rumah di kawasan pinggiran sebelah utara Pakistan, dekat perbatasan Afganistan. Serangan ini diduga menewaskan tiga pejuang Taliban. Demikian keterangan dari Dinas Intelijen Pakistan.

    Serangan berlangsung pada Kamis dinihari waktu setempat, 6 Desember 2012, di Desa Mubarak Shahi, kawasan terpencil di Waziristan Utara. "Daerah ini merupakan kawasan utama kelompok Al-Qaeda dan pejuang Taliban di Pakistan," ujar anggota intelijen yang tak bersedia disebutkan namanya.

    "Militan menggunakan rumah tersebut sebagai tempat berkumpul. Sedikitnya tiga militan tewas dalam serangan jet tanpa awak Amerika Serikat," kata seorang pejabat keamanan yang bertugas di Kota Peshawar kepada kantor berita AFP.

    Petugas keamanan lainnya membenarkan serangan itu dan mengatakan bahwa empat pejuang meninggal dunia. Identitas korban serangan hingga saat ini belum jelas. Kawasan ini didominasi oleh pendukung komandan utama Hafiz Gul Bahadur, yang fokus terhadap perjuangan melawan pemerintah Afganistan dan pasukan asing yang melintasi perbatasan Afganistan.

    AL JAZEERA | CHOIRUL

    Berita Terpopuler:
    Rumor Nikah 2 Bulan Aceng-Shinta Jadi Omongan  

    Begini Modus Penipuan ''Anak Anda Kecelakaan'' 

    Keluarga Fany Cabut Gugatan Terhadap Bupati Aceng 

    Bupati Aceng Diduga Memeras Rp 250 Juta

    Terancam Sanksi, PSSI Minta FIFA Adil


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.