Libanon Akan Tuntut Film Seri Homeland

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • onlinetvcast.com

    onlinetvcast.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Libanon akan menuntut film seri televisi bergenre thriller bikinan Amerika Serikat, Homeland, karena memotret Beirut sebagai kota yang terbelah oleh teroris. Film seri yang ditayangkan Channel 4 ini bercerita tentang kiprah agen CIA.

    Pada episode kedua musim kedua, penonton disuguhi sepak terjang tokoh protagonis film itu: memburu teroris menyusuri jalanan sempit, kotor, dan berbahaya di Beirut.

    Menteri Pariwisata Libanon Fady Abboud, yang berupaya mengembalikan reputasi negaranya sebagai Paris-nya Timur Tengah, merasa tersinggung dengan kesalahan tafsir yang serius tentang Beirut.

    “Kami akan melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. Saya mengajukan masalah ini dalam rapat kabinet. Presiden juga meminta menteri kehakiman dan menteri komunikasi melihat apa yang dapat dilakukan,” kata Abboud seperti dilansir Telegraph, Kamis, 18 Oktober 2012.

    Dia meminta rakyat Libanon melakukan apa saja, seperti menulis blog, menyerukan BBC dan CNN untuk meningkatkan kesadaran bahwa Beirut bukan kota penuh senjata Kalashnikov dan peperangan.

    Episode Homeland berjudul "Beirut is Back" menggambarkan kemunculan kota itu sebagai ibu kota yang bersemangat. Warga Beirut mengaku bingung dengan penggambaran Jalan Hamra di era modern. Film itu menggambarkan sejumlah orang bersenjata melompat dari dalam sejumlah mobil dan mengganggu para perempuan yang ketakutan di sebuah pusat bisnis, di mana berjejer butik-butik yang menjual pakaian bermerek dari Barat.

    Dalam adegan itu, tokoh Carrie Mathison, yang diperankan Claire Danes, secara terus-menerus mengenakan hijab, padahal para perempuan yang berlalu-lalang di tempat itu mengenakan jins ketat, pakaian rancangan Jimmy Choo, dan rambut bergaya bob. “Orang Libanon cukup pintar menggunakan sesuatu untuk keuntungan kami,” ujar Abboud.

    Dia meminta anak-anak muda menandingi citra Hamra di Homeland dengan gambar kondisi jalan yang sebenarnya. “Mereka harus memajangnya di Skybar,” kata dia merujuk pada klub malam mewah dan mahal di Beirut, yang dipenuhi mobil mewah seperti Jaguar dan Porsche.

    The New York Times menggolongkan Beirut sebagai destinasi yang harus dikunjungi dan Lonely Planet menyebutnya sebagai satu dari 10 kota di dunia yang bangkit kembali.

    TELEGRAPH | SAPTO YUNUS

    Berita terpopuler lainnya:
    Newsweek Akhiri Era Majalah Cetak
    Bulan Diduga Bagian Bumi yang Terlepas

    5 Bulan Planet Pluto Ancaman bagi Pesawat NASA

    Benarkah Senyum Manusia Berasal dari Ikan Purba?

    Google Siap Beri Kejutan pada 29 Oktober

    Acer Perkenalkan Tablet Iconia 7 Inci

    De Castro Gantikan Barrett di Yahoo

     

     

     

     

     

     

     

     

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?