Miris, Jual Beli Organ Tubuh Pengungsi Suriah Marak di Lebanon

Reporter

Seorang pengungsi asal Suriah membersihkan sepatu pelanggannya di jalanan Hamra, Beirut, Lebanon, 15 Maret 2016. Sejumlah anak-anak pengungsi Suriah bekerja sebagai penjual bunga, pembersih sepati dan pekerja bangunan di Lebanon. AP/Bilal Hussein

TEMPO.CO, Beirut - Perdagangan ilegal organ tubuh saat ini menjadi bisnis menggiurkan di Libanon menyusul banyaknya pengungsi Suriah yang ingin menjualnya demi mempertahankan hidup mereka dan keluarganya.

Investigasi BBC berhasil menemui salah seorang pelaku perdagangan organ tubuh di sebuah kedai kopi di Beirut dengan nama samaran Abu Jaafar.

Baca: Gadis-gadis Pengungsi Suriah Jadi Korban Perbudakan Seks

Pria ini mengaku tahu bahwa bisnis yang sedang booming itu ilegal, namun dia berdalih bahwa apa yang dilakukanya itu untuk membantu orang yang membutuhkan.

"Saya mengeksploitasi orang, itulah yang saya lakukan," kata Jaafar kepada wartawan BBC, Alex Forsyth, yang menemuinya di sebuah bangunan bobrok tertutup terpal plastik di selatan Beirut.

Sejak pecah perang saudara di Suriah pada 2011, sedikitnya 1,5 juta orang masuk ke dalam wilayah Libanon. Jumlah mereka hampir seperempat dari seluruh penduduk negeri itu.

Di antara mereka banyak yang tidak memiliki kesempatan bekerja, keluarga mereka pun terpaksa mencari jalan lain untuk membeli makanan, membayar tempat tinggal dan biaya kesehatan.

Menurut laporan yang diterbitkan pada Juni 2016, sekitar 70 persen pengungsi di Lebanon hidup di bawah garis kemiskinan.

"Mereka yang tidak terdaftar sebagai pengungsi harus berjuang lebih keras," ucap Jaafar sebagaimana disiarkan televisi BBC pada Selasa, 25 April 2017.

"Apa yang dapat mereka lakukan. Mereka putus asa dan tidak memiliki cara lain untuk bertahan hidup kecuali menjual organ tubuh," tuturnya.

Jaafar mengatakan, dalam waktu tiga tahun ini dia menjual organ tubuh dari 30 pengungsi. Biasanya yang dibutuhkan oleh para pembeli adalah ginjal, "Saya bisa memenuhinya."

Jaafar menambahkan, "Mereka juga meminta mata dan saya sanggup memenuhinya dari klien saya."

Baca: Cegah Penyusup, Libanon Bangun Tembok Dekat Kamp Pengungsi

Timur Tengah saat ini menjadi titik panas dalam perdagangan organ tubuh manusia. Hal itu disebabkan meningkatnya pengungsi yang putus asa mencari cara mendapatkan uang. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh para calo yang sebelumnya mencari organ tubuh dari Cina dan Filipina.

Forsyth mengatakan, meskipun sulit mengirimkan organ tubuh ke berbagai negara namun ada cara lain yakni menerbangkan pengungsi ke negara terdekat untuk menjalani operasi menggunakan dokumen palsu.

Jaafar mengaku, dia membawa beberapa orang yang setuju organ tubuhnya dijual ke lokasi rahasia dengan mata tertutup. Di tempat itu, dia menjalani operasi yang didahului dengan tes darah.

Dia menjelaskan, beberapa dokter yang melakukan operasi menyewa rumah yang disulap menjadi klinik sementara. "Setelah operasi selesai, saya bawa kembali ke tempat pengungsi."

"Saya terus merawat mereka selama hampir seminggu sampai mereka melepaskan jahitannya. Begitu mereka kehilangan jahitan, kami tidak peduli dengan apa yang terjadi pada mereka lagi," kata Jaafar.

Klien Jaaar terbaru adalah seorang pengungsi Suriah berusia 17 tahun. Dia menjual ginjalnya seharga Rp 110 juta untuk membayar utang, membantu ibu dan lima saudara perempuannya.

Dua hari setelah itu, pemuda tersebut tergeletak di kedai kopi mengaku sakit-sakitan.

"Saya menyesal melakukannya, namun sudah terlanjur," ucapnya. "Sebenarnya saya tidak ingin melakukannya, saya putus asa. Saya tidak mempunyai pilihan lain."

MIDDLE EAST MONITOR | BBC | CHOIRUL AMINUDDIN








Jumlah Korban Perahu Migran Terbalik Bertambah Jadi 94 Orang

1 hari lalu

Jumlah Korban Perahu Migran Terbalik Bertambah Jadi 94 Orang

Jumlah korban tewas akibat tenggelamnya perahu pembawa migran dari Lebanon bertambah menjadi 94 orang


71 Tewas Saat Perahu Pembawa Migran dari Lebanon Tenggelam

3 hari lalu

71 Tewas Saat Perahu Pembawa Migran dari Lebanon Tenggelam

Perahu pembawa migran tenggelam. Mereka hendak ke Eropa setelah ekonomi Lebanon runtuh.


Krisis Ekonomi di Lebanon, Rentetan Kasus Nasabah Menyandera Bank

9 hari lalu

Krisis Ekonomi di Lebanon, Rentetan Kasus Nasabah Menyandera Bank

Sejumlah Bank di Lebanon mulai tertatih saat banyak nasabah menarik kembali uang mereka.


Rekor! 3 Kali dalam Sehari Perampokan Bank untuk Ambil Tabungan Sendiri di Lebanon

10 hari lalu

Rekor! 3 Kali dalam Sehari Perampokan Bank untuk Ambil Tabungan Sendiri di Lebanon

Bank-bank Lebanon akan segera mengumumkan penutupan tiga hari minggu depan karena ancaman keamanan


Lagi, Drama Penyanderaan Bank di Lebanon untuk Tarik Tabungan Sendiri

11 hari lalu

Lagi, Drama Penyanderaan Bank di Lebanon untuk Tarik Tabungan Sendiri

Bank-bank di Lebanon telah menahan simpanan milik sebagian besar nasabah sejak krisis finansial melanda negara itu pada 2019.


KBRI Beirut Rayakan HUT RI yang Pertama setelah Pandemi Covid-19

38 hari lalu

KBRI Beirut Rayakan HUT RI yang Pertama setelah Pandemi Covid-19

Acara HUT RI ke-77 menjadi ajang temu kangen para WNI di Lebanon.


Geger Penyanderaan Karyawan dan Nasabah Bank di Lebanon

45 hari lalu

Geger Penyanderaan Karyawan dan Nasabah Bank di Lebanon

Seorang pria bersenjata menyandera karyawan dan nasabah di sebuah bank di Beirut, Lebanon, karena menuntut pencairan uangnya yang dibekukannya.


Pejabat Palestina Dibunuh di Lebanon Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata

48 hari lalu

Pejabat Palestina Dibunuh di Lebanon Beberapa Jam Setelah Gencatan Senjata

Beberapa jam setelah gencatan senjata antara Palestina dan Israel, seorang pejabat ditembak mati orang tak dikenal.


Hizbullah Peringatkan Israel Agar Tidak Serang Milisi Palestina di Lebanon

48 hari lalu

Hizbullah Peringatkan Israel Agar Tidak Serang Milisi Palestina di Lebanon

Pemimpin Hizbullah Lebanon Sayyed Hassan Nasrallah mengingatkan Israel agar tidak memperluas serangannya terhadap para milisi Palestina ke Lebanon


Petugas Keamanan Palestina Ditembak Mati di Kamp Pengungsi Lebanon

48 hari lalu

Petugas Keamanan Palestina Ditembak Mati di Kamp Pengungsi Lebanon

Seorang petugas keamanan Palestina, Said Alaadin, ditembak mati pada Senin malam, 8 Agustus 2022, di sebuah kamp pengungsi di Lebanon selatan