Penculik Bersenjata di Nigeria Bebaskan WNI

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Markas polisi yang hancur akibat ledakan bom di Sokoto,Nigeria, (30/7). REUTERS

    Markas polisi yang hancur akibat ledakan bom di Sokoto,Nigeria, (30/7). REUTERS

    TEMPO.CO, Bogor-- Seorang warga Indonesia yang diculik oleh satu kelompok bersenjata di Nigeria telah dibebaskan dua hari lalu, dan hari ini dijadwalkan tiba di Tanah Air. Glenny Gerald Ferdinand, warga Indonesia yang bekerja sebagai operator crane untuk Sea Trucks Groups, perusahaan instalasi pertambangan minyak lepas pantai, disekap selama 19 hari oleh para penculik. Setelah perusahaan tempat ia bekerja memenuhi tuntutan penculik, barulah ia dilepaskan.

    "Glen secara fisik baik, tapi secara mental ia masih trauma. Ia minta segera pulang untuk bertemu keluarga," kata Staf Kedutaan Besar Indonesia di Abuja, Nigeria, Jumat 24 Agustus 2012, seraya menolak namanya disebutkan.

    Glen diculik bersama tiga rekan kerjanya asal Malaysia, Thailand, dan Iran. "Mereka dibawa berpindah-pindah, bahkan ke tengah hutan," ujarnya. Para penculik tak melakukan tindak kekerasan terhadap mereka .

    Kabar pembebasan Glen disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka rapat kabinet terbatas bidang perekonomian di Istana Kepresidenan, Bogor, Jawa Barat.

    "Benar-benar telah dibebaskan, saudara Glen, warga negara Indonesia yang sejak beberapa saat lalu disandera di Nigeria," kata Yudhoyono. Glen, ujar Yudhoyono, juga telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa kemarin, pukul 8 pagi waktu Jakarta.

    Yudhoyono menjelaskan, banyak warga Indonesia yang bekerja di Nigeria, terutama di sektor perminyakan. Kasus penyanderaan di wilayah kerja seperti itu sering terjadi. Meski begitu, kata Presiden, pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk membebaskan mereka.

    Penculikan terhadap empat pekerja Sea Trucks Groups itu terjadi pada 4 Agustus malam. Sekelompok orang bersenjata menyerang tempat tinggal mereka, yang saat itu dijaga sejumlah anggota pasukan angkatan laut negara tersebut. Dua tentara tewas dan beberapa orang terluka. Glen dan tiga rekannya pun diculik.

    Para penculik kemudian mengajukan tuntutan sejumlah uang kepada perusahaan tersebut. Setelah tuntutan dipenuhi, keempat korban penculikan dilepaskan dan langsung dibawa ke kantor cabang Sea Trucks di Port Harcout. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan untuk kemudian dibawa ke Lagos. Di sini, mereka kembali menjalani pemeriksaan kesehatan.

    Kasus penculikan warga Indonesia di Nigeria ini merupakan yang ketiga dalam tiga tahun terakhir. Pada 2010, dua warga Indonesia disandera, dan tahun lalu seorang warga Indonesia disekap selama 16 hari.

    Frekuensi kasus kejahatan penculikan dan pembajakan di perairan laut Nigeria dengan tuntutan tebusan sejumlah uang mengalami peningkatan di Nigeria dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, Kedutaan Indonesia di Nigeria mengimbau warga Indonesia yang bekerja di negara itu, khususnya di lepas pantai, untuk segera melaporkan keberadaannya guna memudahkan pemantauan dan pemberian bantuan jika mereka mengalami masalah.

    PRIHANDOKO | MARIA RITA

    Berita lain:
    Pria Ini Gigit Balik Ular Kobra Hingga Mati

    Tentara Pemberontak di Pinggir Damaskus Terkepung

    Diganjar Penjara, Lempar Istri dengan Telur

    ''Perang'' Obama-Romney Merambah Sektor Energi

    Dialog Kebakaran TVOne Digerudug Massa

    Pangeran William Tak Kaget dengan Foto Bugil Harry

    Hubungan Intim Mulai Membosankan? Cobalah Tips Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.