Perkosaan Berantai Bayangi Wisatawan di Prancis  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • twocircles.net

    twocircles.net

    TEMPO.CO , Paris - Seorang pemerkosa berantai diduga memangsa gadis-gadis muda yang berlibur di perkemahan di wilayah Ardeche, Prancis tengah, kata polisi setempat. Penyelidikan utama telah diluncurkan di daerah tersebut dan pemilik perkemahan telah diminta untuk meningkatkan keamanan menyusul pemerkosaan seorang gadis 11 tahun pada dini hari.

    Korban diserang saat ia tidur di tenda di perkemahan di Saint-Didier-sous-Aubenas.

    Petugas menghubungkan serangan itu ke beberapa serangan seksual lainnya yang terjadi di tempat perkemahan di wilayah tersebut sejak akhir Juni. Sebanyak tujuh anak perempuan berusia antara 7 - 12 tahun, salah satunya adalah warga Belanda, telah diserang secara seksual di daerah tersebut dalam enam minggu terakhir.

    Manajer perkemahan di mana serangan terakhir terjadi enggan berbicara dengan wartawan. Tetapi pemilik perkemahan lain di daerah tersebut menegaskan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah untuk mencegah serangan lebih lanjut.

    Pemilik perkemahan mewajibkan semua orang yang tinggal di kamp untuk memakai gelang, sehingga lebih mudah untuk memastikan hanya tamu yang terdaftar yang memiliki akses ke area perkemahan.

    Pemerkosa diduga seorang pria berusia 40-an tahun. Ciri-ciri pelaku telah dikantongi polisi.

    Ardeche adalah salah satu daerah terbaik untuk berkemah di Prancis. Daerah ini merupakan padang gurun dan ngarai yang kaya dengan flora dan fauna. Daerah ini populer untuk berkemah dan wisatawan datang dari seluruh Eropa.

    TELEGRAPH | TRIP B

    Berita Lainnya
    Kim Jong-un Contek Habis Reformasi Gaya Cina

    Bayi Curian Itu Disembunyikan di Tas Tangan

    Presiden Korsel Ke Pulau Sengketa, Jepang Marah

    Seekor Beruang "Rampok" Toko Permen di Colorado

    Sanksi Baru bagi Suriah dan Hizbullah


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tito Karnavian Anggap OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi Hebat

    Tito Karnavian berkata bahwa tak sulit meringkus kepala daerah melalui OTT yang dilakukan Komisi Pemerantasan Korupsi. Wakil Ketua KPK bereaksi.