Lakukan Promosi Ilegal, Pabrik Obat Glaxo Didenda  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • GlaxoSmithKlein

    GlaxoSmithKlein

    TEMPO.CO, New York - Perusahaan obat raksasa GlaxoSmithKline mengaku bersalah dan membayar denda US$ 3 miliar untuk menyelesaikan sengketa pidana dan perdata di pengadilan Amerika Serikat. Perusahaan ini dituding melakukan praktek tak elok berupa promosi ilegal untuk beberapa produknya, tidak melaporkan data keselamatan, dan pemalsuan pelaporan harga obat.

    Perusahaan mengaku bersalah atas tiga tuduhan kriminal, termasuk dua tuduhan memperkenalkan obat salah merek--Paxil dan Wellbutrin--dan satu tuduhan tidak melaporkan data keamanan tentang obat Avandia ke biro Administrasi Makanan dan Obat (FDA).

    Denda US$ 3 miliar (lebih dari Rp 27 triliun) ini akan menjadi hukuman terbesar yang pernah dibayar oleh sebuah perusahaan obat, menurut Deputi Jaksa Agung James M. Cole. Cole mengatakan perusahaan juga setuju untuk dipantau oleh pejabat pemerintah selama lima tahun untuk memastikan kepatuhan perusahaan.

    Menurut ketentuan perjanjian permohonan, GSK akan membayar total US$ 1 miliar, termasuk denda pidana US$ 956.814.400. Perusahaan juga akan membayar US$ 2 miliar untuk menyelesaikan klaim sipil di bawah False Claims Act pemerintah federal.

    Jaksa mengatakan GlaxoSmithKline secara ilegal mempromosikan obat Paxil untuk mengobati depresi pada anak-anak dari April 1998 sampai Agustus 2003, meskipun FDA tidak pernah menyetujui obat-obatan jenis ini untuk siapa pun di bawah usia 18 tahun. Korporasi juga mempromosikan obat Wellbutrin dari Januari 1999 sampai Desember 2003 untuk menurunkan berat badan, pengobatan disfungsi seksual, kecanduan, dan gangguan perhatian defisit hiperaktif, meskipun hanya disetujui untuk pengobatan gangguan depresi berat.

    CEO GlaxoSmithKline, Sir Andrew Witty, menyatakan penyesalannya dan mengatakan mereka telah belajar \"dari kesalahan yang dibuat\". \"Hari ini membawa ke resolusi yang sulit selama perjalanan GSK,\" katanya dalam sebuah pernyataan.

    Kasus sebelumnya melibatkan Pfizer, produsen obat terbesar di dunia. Pfizer membayar denda US$ 2,3 miliar untuk denda pidana dan perdata karena memasarkan 13 obat yang berbeda, termasuk Viagra dan Lipitor. Pfizer dituduh mendorong dokter untuk meresepkan obat dengan imbalan golf gratis, pijat, dan berlibur ke resor mewah.

    USA TODAY | TRIP B

    Berita Terpopuler Lainnya
    Kenapa Pria Mudah Berjerawat?

    Kuman Tumbuh di Makanan Berminyak dan Manis

    Menopause Sebelum 46 Tahun Berisiko Kena Stroke

    Tambah Gendut Bisa Sebabkan Nyeri Lutut

    Ayo, Desain Ruang Bermain Anak


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Fakta-fakta Pelantikan Jokowi - Ma'ruf, Dihadiri Prabowo - Sandi

    Selain beberapa wakil dari berbagai negara, pelantikan Jokowi - Ma'ruf ini dihadiri oleh Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.