Prancis Tarik Pasukan dari Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tentara AS berpatroli di lokasi ledakan bom di Afganistan. AP/Allauddin Khan

    Tentara AS berpatroli di lokasi ledakan bom di Afganistan. AP/Allauddin Khan

    TEMPO.CO, Kabul--Presiden Prancis François Hollande kemarin menegaskan pasukan Perancis akan mengakhiri masa tugasnya lebih cepat satu tahun dari yang dijadwalkan pada akhir 2013. "Sudah waktunya bagi kedaulatan Afganistan," kata Hollande saat bertemu tentara Prancis di pangkalan distrik Nijrab, sebelah timur Provinsi Kapisa.

    Keputusan ini sesuai janji kampanye Hollande yang menolak perang di Afganistan. Meski demikian, ia berjanji pasukan non-tempur tetap tinggal hingga akhir tahun. Dalam kunjungan mendadak tersebut, Hollande memuji peran tentara Prancis dalam menjaga keamanan di Afganistan.

    Kedatangan Hollande ke Afganistan hanya berselang sepekan dari pertemuan puncak NATO di Chicago, Amerika Serikat. Presiden Amerika Barack Obama telah menyatakan akan menarik 33 ribu pasukannya pada bulan September mendatang dan menyisakan 68 ribu di Afganistan.

    Hollande juga dijadwalkan bertemu Presiden Afganistan Hamid Karzai. Ia didampingi Menteri Pertahanan Perancis Jean-Yves Le Drian dan Menteri Luar Negeri Laurent Fabius.

    Perancis adalah pasukan asing terbesar kelima di Afganistan. Adapun (NATO) telah memastikan akan menarik semua pasukannya sebelum akhir 2014. Sementara ini, pasukan Pakta Pertahanan Atlatik Utara (NATO) akan melatih 352 ribu tentara lokal untuk menjaga wilayahnya.

    Meskipun pemerintah Afghanistan dan NATO telah menjamin peningkatan keamanan di Afghanistan, namun kekerasan terus berlanjut. Pejabat Afghanistan mengatakan tiga ledakan di tiga kota Afghanistan selatan menewaskan tiga orang dan melukai sembilan orang.

    Daud Ahmadi, juru bicara di provinsi Helmand mengatakan sebuah bom di pinggir jalan meledakan sebuah bus di distrik Gereskh. Dua warga sipil tewas dan empat lainnya luka-luka. Dia mengatakan bom itu ditanam di dekat pangkalan NATO dengan target pasukan asing. Sedangkan di provinsi Kandahar, kepala polisi Jenderal Abdul Razaq mengatakan seorang pembom bunuh diri dengan sepeda motor meledakkan dirinya di distrik Boldak Spin, melukai satu polisi perbatasan dan dua warga sipil.

    AP | NEWSDAY | NEW YORK TIMES | EKO ARI

    Berita lain:
    Rusia Pikir Amerika Sabotase Sukhoi
    Bruk! Pintu Pesawat Jatuh di Lapangan Golf

    Gaya Trio 'Lara Croft' di Parkiran

    Pelaut Iran Selamatkan Kapal AS dari Perompak

    Taliban Racun 120 Siswi Sekolah Afganistan

    Barack Obama, Presiden Pertama Aktif di Twitter

    Istri bin Ladin Yang Ini Banyak ''Bicara'' Ke Intel


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Wajah Anggota Kabinet Indonesia Maju yang Disusun Jokowi - Ma'ruf

    Presiden Joko Widodo mengumumkan para pembantunya. Jokowi menyebut kabinet yang dibentuknya dengan nama Kabinet Indonesia Maju.