Model Playboy Bikin Buyar Debat Capres Meksiko  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Julia Orayen, saat mengukuti debat kandidat calon presiden di Federal Electoral Institute, di Mexico City, (8/5). REUTERS/Instituto Federal Electoral/Reuters TV

    Julia Orayen, saat mengukuti debat kandidat calon presiden di Federal Electoral Institute, di Mexico City, (8/5). REUTERS/Instituto Federal Electoral/Reuters TV

    TEMPO.CO, Meksiko - Komite Pemilihan Umum Meksiko meminta maaf atas kejadian debat presiden, Senin, 7 Mei 2012. Penyebabnya adalah kehadiran seorang mantan model Playboy dalam acara debat presiden.

    Julia Orayen, mengenakan gaun ketat berwarna putih yang menonjolkan belahan dadanya, telah mengalihkan perhatian pemirsa televisi dalam acara debat. Sebenarnya Orayen bukanlah pembawa acara, hanya asisten. Tapi pakaian dan payudara yang menonjol justru mengalihkan isu tentang ekonomi dan perdagangan obat di Meksiko.

    Ketika debat dimulai, Orayen berjalan di depan kamera dan memberikan kertas kepada empat kandidat. Kemunculan Orayen langsung jadi buah bibir di jejaring sosial.

    Meski hanya beberapa detik, Orayen langsung jadi topik terhangat di Twitter. Bahkan surat kabar Meksiko bernama Excelsior menobatkannya sebagai pemenang debat di dunia maya.

    Sementara Orayen dipuja di dunia maya, panitia dihujat di dunia nyata. Komisi Pemilihan Umum (Federal Electoral Institute) dinilai melecehkan acara debat politik itu. Komisi pun segera mengeluarkan permohonan maaf kepada rakyat Meksiko dan para kandidat. Mereka meminta maaf karena kesalahan dalam produksi akibat asisten yang berpakaian tidak sopan.

    Kejadian itu bagi Orayen justru membuat namanya populer di dunia sosial media. Dalam satu hari, ia mendapat tujuh ribu pengikut selama dua jam debat. Orayen diketahui pernah berpose telanjang dalam Playboy edisi Meksiko tahun 2008.

    REUTERS | DIANING SARI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.