Selandia Baru Cemaskan Kondisi di Afganistan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 120 imigran gelap asal Iran, Irak dan Afganistan berkumpul di geladak kapal tangker HM Hermia yang sandar di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Banten, Senin (9/4). ANTARA/Asep Fathulrahman

    Sebanyak 120 imigran gelap asal Iran, Irak dan Afganistan berkumpul di geladak kapal tangker HM Hermia yang sandar di Pelabuhan Indah Kiat, Merak, Banten, Senin (9/4). ANTARA/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO , Jakarta - Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengatakan akan mendukung sepenuhnya perdamaian di Afganistan. Ia prihatin atas kondisi yang kembali bergejolak yang terjadi di Kabul.

    Ahad hingga Senin 16 April, ratusan anggota kelompok Taliban Afganistan menyerang sejumlah gedung pemerintah dan kedutaan besar asing di Ibukota Kabul.

    "Kami sangat ingin Afganistan kembali mencapai perdamaian dan keamanan. Kami siap membantu," kata PM John Key menjawab pertanyaan Duta Besar Afganistan untuk Indonesia Ghulam Sakhi Ghairat di Sekretariat ASEAN, di Jakarta, Senin 16 April. PM Key tengah melakukan kunjungan kerja di Indonesia.

    Ghulam menanyakan kemungkinan Selandia Baru memberikan bantuan pasukan keamanan untuk ikut menjaga perdamaian di Afganistan. Dia berharap Selandia Baru ikut berperan bersama NATO. Selain itu, kerjasama ekonomi pun bisa dijalin untuk memperkuat kondisi di Afganistan.

    PM Key menambahkan Selandia Baru juga menawarkan bantuan untuk menangani para pengungsi dari Afganistan. Selama ini, pengungsi akibat konflik mengalir ke Australia dan Selandia Baru bersama pengungsi lain asal Asia selatan.

    "Kami sangat prihatin. Banyak warga Afganistan yang mengungsi ke Selandia baru, kami siap beri perlindungan," katanya. Ia berharap masalah konflik Afganistan bisa dibahas di forum internasional untuk diperoleh solusi terbaik. "Agar bisa bersama-sama cari mencari solusi yang tepat."

    Selandia Baru tengah berusaha menjalin kerjasama perdagangan dengan Afganistan. Seperti halnya Asia Tenggara, PM Key berharap kerjasama itu bisa berkembang pada bidang-bidang yang penting.

    Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan mengatakan ASEAN juga akan siap memperkuat perdagangan dengan Afganistan. Afganistan sebagai negara
    Asia Selatan bisa menjadi mitra untuk berkembang. "Kami sangat berharap Afganisan bisa mencapai stabilitas dan melakukan perubahan," demikian Pitsuwan kepada wartawan.

    Eko Ari Wibowo.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.