Presiden Jerman Mundur karena Skandal Korupsi  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Christian Wulff. REUTERS/Fabrizio Bensch

    Christian Wulff. REUTERS/Fabrizio Bensch

    TEMPO.CO , Berlin - Presiden Jerman, Christian Wulff, mengundurkan diri setelah terjebak dalam skandal korupsi. Ia diduga terlibat dalam skandal pinjaman meragukan, dan memblokir laporan di sebuah tabloid Jerman yang menuliskan skandal itu.

    Wulff, yang menjabat sebagai kepala negara sejak 2010, mengundurkan diri Jumat setelah jaksa mengatakan mereka telah meminta parlemen Jerman untuk mencabut kekebalannya.

    Mereka mengatakan telah mengendus "indikasi faktual" keterkaitan Wulff dengan kalangan pebisnis.

    Mundurnya Wulff menyebabkan Kanselir Angela Merkel membatalkan lawatannya ke Italia untuk bertemu perdana menteri Mario Monti. sedianya, keduanya akan membicarakan pengendalian efek spiral krisis ekonomi di zone euro yang dikhawatirkan bakal memecah persatuan Uni Eropa.

    Wulff adalah anggota Partai Uni Kristen Demokrat yang dipimpin Merkel. Ia pula yang secara pribadi mendukung Wulff sebagai presiden.

    Presiden di Jerman memiliki kekuasaan yang sangat terbatas. Peran utamanya adalah memagang posisi seremonial dan sebagai otoritas moral. Inilah salah satu yang melatari dirinya memutuskan mundur.

    Saat memberikan pidato pengunduran dirinya dari kediaman resminya di Berlin,  dia bersikeras "selalu bertindak benar menurut hukum". Tetapi dia mengakui telah melakukan kesalahan.

    Dia telah kehilangan kepercayaan dari rakyat Jerman, katanya, dan telah menjadi pengalih perhatian dari isu-isu krusial negeri itu. "Negara kita membutuhkan presiden yang dapat mendedikasikan dirinya untuk tantangan nasional dan internasional," tambahnya.

    Merkel menyatakan penyesalan yang mendalam atas pengunduran diri Wulff. "Selama menjabat, Christian Wulff adalah juara untuk membawa Jerman lebih modern dan terbuka," katanya. "Dia memberi kami pengingat penting bahwa kekuatan negara kita terletak pada keragamannya."

    Dia mengatakan keputusan Wulff untuk mundur menunjukkan kekuatan sistem hukum Jerman. "Bahwa setiap orang diperlakukan sama di mata hukum," ujar Merkel.

    Kanselir itu mengatakan ia berharap untuk memulai pembicaraan dengan partai oposisi Sosial Demokrat (SPD), serta Partai Hijau, untuk menyepakati calon untuk menggantikan Wulff.

    TRIP B | GUARDIAN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.