Bangkai Costa Concordia Ancam Cemari Taman Laut

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar Costa Concordia yang karam di perairan Pulau Giglio, Italia, (16/1). REUTERS/ Max Rossi

    Kapal pesiar Costa Concordia yang karam di perairan Pulau Giglio, Italia, (16/1). REUTERS/ Max Rossi

    TEMPO.CO, Roma - Penduduk Pulau Giglio, Italia, yang sebagian besar bekerja di bidang pariwisata, khawatir akan dampak karamnya kapal Costa Concordia. Mereka takut kapal tersebut meninggalkan jejak bahan bakar yang merusak lingkungan sekitar.

    Menteri Lingkungan Italia Corrado Clini menyatakan kemungkinan bencana lingkungan bisa saja terjadi jika 2.300 ton bahan bakar Costa Concordia bocor ke laut. "Risiko lingkungan untuk Pulau Giglio sangat tinggi. Karenanya, kami coba cegah kebocoran bahan bakar," kata Clini.

    Pulau Giglio adalah taman laut yang memiliki beragam kehidupan laut. Perairan di sana merupakan satu tempat penyelaman yang sangat bagus.

    Kapal seberat 114 ribu ton itu menabrak karang pada Jumat malam, 13 Januari 2012. Kala itu, tangki bahan bakar kapal masih terisi penuh sebab baru meninggalkan Pelabuhan Civitavecchia untuk pelayaran tujuh hari mengelilingi Mediterania.

    Bila bahan bakar kapal bocor ke laut, penanganannya akan sangat sulit karena kapal tersebut menggunakan bahan bakar yang sangat padat dan harus dipanaskan atau diencerkan terlebih dulu sebelum disedot.

    "Ada beberapa cairan yang bocor dari kapal, tapi belum jelas apakah itu bahan bakar. Kami sedang coba terapkan semacam pelindung untuk mencegah kebocoran," ujar Clini.

    TELEGRAPH | ABS-CBNNEWS | CORNILA DESYANA

    Berita Terpopuler
    Ini Kisah WNI Penumpang Costa Concordia
    Kesaksian ABK Indonesia: Air Masuk Tak Secepat Titanic
    Berapa Tarif Kapal Pesiar Costa Concordia?
    Kapal Costa Concordia Sudah Sial Sejak Diluncurkan
    Kapten Kapal Costa Concordia Masuk Bui

    Aneh, Kapten Kapal 'Ngacir' Sebelum Costa Concordia Karam


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.