Arab Saudi Larang Pembantu Rumah Tangga Asal Indonesia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unjuk rasa Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI)  didepan Kedutaan Besar Saudi Arabia, Jakarta (19/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Unjuk rasa Asosiasi Tenaga Kerja Indonesia (ATKI) didepan Kedutaan Besar Saudi Arabia, Jakarta (19/11). TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO Interaktif, Riyadh -  Arab Saudi mengumumkan akan menghentikan pemberian izin kerja untuk pembantu rumah tangga asal Indonesia dan Filipina. Larangan izin ini keluar menyusul persyaratan yang diberlakukan negara-negara Asia. 

    Menteri Tenaga Kerja Arab Saudi, seperti dilaporkan hari ini, Kamis 30 Juni 2011, mengatakan akan berhenti mengeluarkan visa kerja bagi pembantu rumah tangga asal Indonesia dan Filipina mulai Sabtu mendatang. "Terkait syarat rekruitmen yang diumumkan kedua negara," demikian pernyataan yang dikutip kantor berita Saudi SPA. "Keputusan menteri bertepatan dengan upaya besarnya membuka jalur baru untuk membawa pembantu rumah tangga dari negara penyalur lain," demikian pernyataan juru bicara Kementerian Tenaga Kerja Saudi, Hattab bin Saleh al-Anzi, yang dikutip dalam bahasa Inggris.

    Pekan lalu, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono menuduh Riyadh merusak "norma dan tata cara" hubungan internasional karena memancung seorang tenaga kerja wanita tanpa pemberitahuan terlebih dulu ke Pemerintah RI. Pernyataan ini menunjukkan kemarahan Indonesia terhadap negara Teluk tersebut.

    Sikap semena-mena Arab Saudi terhadap TKW tak hanya membuat Indonesia berang, tapi juga Filipina. Negara ini malah lebih dulu mengecam negara kaya minyak itu terkait tidak adanya perlindungan terhadap tenaga kerjanya. Awal tahun ini Filipina meminta Saudi menjamin upah yang tinggi bagi TKW-nya, tapi permintaan itu ditolak.

    STRAITS TIMES | SUNARIAH
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.