Malaysia Kirim Murid Banci Ke Kamp Khusus  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, TRENGGANU - Sekolah di Trengganu, Malaysia, mengirim 66 muridnya yang banci ke kamp khusus guna mengikuti konseling agar berperilaku maskulin. Hal ini diungkapkan oleh aktivis pembela hak-hak kaum gay, Selasa (19/04), kemarin. Kelompok ini menolak kebijakan tersebut yang mereka nilai sebagai gerakan mendukung homophobia di negara berpenduduk mayoritas Muslim tersebut.

    "Ini harus ditolak dan ditentang sebab akan mendukung homophobia dan prasangka," demikian tertulis dalam pernyataan yang dikeluarkan Kelompok Aksi Gabungan untuk Persamaan Jender. "Kita harus mengirim pesan yang jelas kepada institusi yang tidak mencampuradukkan bisnis dengan identitas individu dan pilihan pribadi seseorang." Menurut laporan BBC yang dikutip situs Chicago PrideCom, bocah-bocah tersebut dikirim selama empat hari untuk mengikuti pendidikan agama dan fisik yang disebut sebagai "kursus pengembangan diri".

    Pihak sekolah sendiri tak menerima disebut menggalakkan homophobia. "Sebagai pendidik, kita harus melakukan sesuatunya sebelum orang salah paham dan anak-anak itu mencapai titik yang tak bisa dikembalikan," kata Direktur Pendidikan Negara Bagian Trengganu, Razali Daud. Murid-murid tersebut yang dilaporkan memperlihatkan "perilaku feminin" diundang untuk mengunjungi kamp dan tidak dipaksa untuk melakukannya.

    "Dia tahu beberapa orang akhirnya menjadi banci atau homoseksual, tapi kami akan melakukan yang terbaik untuk mengurangi jumlahnya," ujar Daud. Di Malaysia, gay memang sesuatu yang ilegal dan pelakunya terancam hukuman 20 tahun penjara.

    CHICAGO PRIDECOM | SUNARIAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.