Wikileaks: Friends dan Desperate Housewives Efektif Perangi Jihad

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Unjuk rasa mendukung pendiri WikiLeaks, Julian Assange, di depan Kedutaan Inggris, Sofia (7/12).  REUTERS/Stoyan Nenov

    Unjuk rasa mendukung pendiri WikiLeaks, Julian Assange, di depan Kedutaan Inggris, Sofia (7/12). REUTERS/Stoyan Nenov

    TEMPO Interaktif, Situs pembocor dokumen rahasia, Wikileaks terus mengeluarkan kawat diplomatik atau memo rahasia milik Kedutaan Besar Amerika Serikat. Pada hari ini mereka kembali mengungkap memo rahasia dari Kedutaan Amerika di Arab Saudi. 

    Kawat tersebut menyatakan anak muda di Arab Saudi sangat suka dengan acara televisi seperti Friends, Desperate Housewives dan Late Show With David Letterman. Acara tersebut disiarkan tanpa sensor oleh stasiun televisi MBC 4. Seluruh acara itu ditampilkan dengan teks terjemahan dalam bahasa Arab.  

    Acara televisi tersebut dinilai lebih ampuh melawan ide-ide jihad dan golongan garis keras Islam ketimbang propaganda pemerintah Amerika yang membutuhkan dana jutaan dolar seperti memberi bantuan bagi program-program yang disiarkan televisi al-Hurra. 

    Dalam situs Guardian, kawat diplomatik soal acara ini berjudul "David Letterman: Agenti of Influence", para diplomat yakin aktor seperti Eva Longoria, Jennifer Aniston dan David Schwimmer lebih berpengaruh daripada a-Hurra yang menurut laporan telah menyedot uang pajak sebesar US$500 juta. 

    "Semua ini masih soal perang ide, program Amerika di MBC dan Rotana telah meraih hati rakyat Saudi ketimbang al-Hurra dan propaganda lainnya," bunyi kawat diplomati tersebut mengutip dua eksekutif Arab Saudi dalam pertemuan dengan pejabat Amerika di Jeddah pada Mei 2009. "Sekarang orang Arab Saudi sangat tertarik untuk sekolah di Amerika Serikat." 

    GUARDIAN | PGR 




     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Demo Revisi UU KPK Berujung Rusuh, Ada 1.365 Orang Ditangkap

    Demonstrasi di DPR soal Revisi UU KPK pada September 2019 dilakukan mahasiswa, buruh, dan pelajar. Dari 1.365 orang yang ditangkapi, 179 ditahan.